Telkomsel dorong digitalisasi logistik, perkuat ekonomi nasional

07:17:00 | 05 Sep 2026
Telkomsel dorong digitalisasi logistik, perkuat ekonomi nasional
JAKARTA (IndoTelko) - Telkomsel memperkuat perannya dalam mendorong transformasi digital industri logistik nasional. Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi dengan pelaku industri untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing rantai pasok Indonesia.

Melalui Telkomsel Enterprise, perseroan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Connecting the Future of Indonesia’s Logistics Ecosystem” di Jakarta, 2 September 2026. Forum tersebut mempertemukan sekitar 35 pimpinan perusahaan logistik nasional bersama BPI Danantara dan Pos Indonesia.

Bersama Supply Chain Indonesia (SCI), forum membahas berbagai persoalan yang masih menjadi tantangan industri, mulai dari tingginya biaya operasional, sistem pelacakan yang belum terintegrasi, koordinasi lapangan, pengelolaan rute multimoda, hingga ketahanan rantai pasok di tengah pesatnya pertumbuhan perdagangan elektronik.

VP Industrial and Resources Account Management Telkomsel, Nyoman Adiyasa, mengatakan transformasi digital harus memberikan dampak nyata terhadap kinerja perusahaan.

“Transformasi digital harus terasa hasilnya bagi bisnis: keputusan lebih cepat, biaya lebih terkendali, operasi lebih aman, dan pelanggan lebih terlayani,” ujarnya.

Menurutnya, Telkomsel membuka peluang kolaborasi dengan menggabungkan konektivitas, data, kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), keamanan, serta berbagai layanan digital sesuai kebutuhan masing-masing perusahaan.

Dalam sesi technology showcase, Telkomsel Enterprise mendemonstrasikan sejumlah solusi yang dapat diterapkan di sektor logistik. Di antaranya IoT FleetSense untuk pengelolaan armada dan perilaku pengemudi, Push-to-Talk untuk komunikasi tim di lapangan, CCTV berbasis AI untuk pengawasan dan respons insiden, serta SiteSense untuk membantu menentukan lokasi bisnis yang optimal.

Portofolio tersebut melengkapi layanan Telkomsel Enterprise yang mencakup konektivitas tetap dan bergerak, private network, cloud dan edge computing, keamanan siber, managed services, analitik data hingga AI.

Implementasi teknologi tersebut juga telah memberikan dampak terukur. Salah satunya melalui penerapan 5G Smart Warehouse bersama Huawei. Integrasi jaringan 5G, automated guided vehicle, digital twin, dan CCTV berbasis AI mampu meningkatkan produktivitas pengambilan barang sebesar 25%.

Solusi tersebut juga memangkas waktu persiapan dari empat menjadi tiga jam, mengoptimalkan penggunaan material hingga 80%, serta mengurangi penggunaan kertas sebesar 40%.

Telkomsel menilai digitalisasi logistik bukan sekadar persoalan adopsi teknologi, tetapi menjadi instrumen untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya, mengurangi kesalahan operasional, dan menciptakan proses bisnis yang lebih berkelanjutan.

FGD turut membahas arah penataan BUMN logistik oleh BPI Danantara serta pengalaman transformasi bisnis Pos Indonesia. Hasil diskusi selanjutnya diarahkan pada penguatan kolaborasi antara pelaku industri, penyedia teknologi, dan mitra strategis.

Melalui pendekatan tersebut, Telkomsel Enterprise ingin memastikan transformasi digital dapat dimulai dari kebutuhan paling mendesak di setiap perusahaan, kemudian dikembangkan secara bertahap dan terintegrasi dari armada, gudang, titik distribusi hingga layanan pelanggan.

Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi sektor logistik, tetapi juga memperkuat rantai pasok dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Kalau ingin lebih “nendang” untuk headline IndoTelko, saya paling menyarankan angle ekonomi: “Telkomsel Dorong Digitalisasi Logistik, Perkuat Ekonomi Nasional.” (mas)

Artikel Terkait