JAKARTA (IndoTelko) - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) memasuki usia tiga dekade dengan menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem digital nasional melalui konektivitas yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan.
Perayaan HUT ke-30 APJII digelar bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APJII dan Internet Days 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan. Mengusung tema “Koneksi Baik untuk Negeri”, agenda tersebut menjadi momentum bagi APJII untuk memperkuat peran internet sebagai infrastruktur strategis bagi kemajuan ekonomi digital Indonesia.
Ketua Umum APJII Muhammad Arif mengatakan, perkembangan internet saat ini tidak lagi sekadar menghadirkan akses jaringan, tetapi harus mampu memberikan layanan yang cepat, aman, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.
“Ke depan, tantangan kita bukan lagi hanya memperluas akses, tetapi menghadirkan konektivitas berkualitas sebagai fondasi transformasi digital Indonesia,” ujar Muhammad Arif.
Ia menambahkan, APJII akan terus mendorong pemerataan internet, termasuk memperluas konektivitas ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan pelaku industri.
Salah satu kontribusi APJII dalam penguatan infrastruktur digital nasional dilakukan melalui pengelolaan Indonesia Internet Exchange (IIX) yang berperan sebagai titik interkoneksi lalu lintas internet domestik. Keberadaan IIX membuat pertukaran data dalam negeri menjadi lebih efisien, cepat, dan stabil.
Selain itu, APJII juga mengelola IDNIC yang bertanggung jawab terhadap distribusi alamat IP dan Autonomous System Number (AS Number) bagi penyelenggara telekomunikasi di Indonesia.
Berdasarkan survei APJII, penetrasi internet Indonesia terus mengalami peningkatan. Pada 2024, jumlah pengguna internet mencapai sekitar 221 juta orang dengan tingkat penetrasi 79,5 persen. Angka tersebut meningkat pada 2026 menjadi sekitar 235 juta pengguna atau 81,72 persen dari populasi nasional.
Menurut Muhammad Arif, pertumbuhan pengguna internet harus diikuti peningkatan kualitas layanan, keamanan siber, serta kemampuan digital masyarakat.
“Peningkatan jumlah pengguna internet harus berjalan seiring dengan pemerataan infrastruktur dan penguatan kapasitas digital masyarakat,” katanya.
Dalam rangkaian perayaan HUT ke-30, APJII juga menggelar Internet Days 2026 yang mempertemukan industri teknologi, regulator, komunitas, hingga masyarakat untuk membahas arah perkembangan internet Indonesia.
Acara tersebut turut menghadirkan DTI-CX 2026 (Digital Transformation Indonesia Conference & Expo) yang melibatkan ratusan perusahaan teknologi, pembicara industri, serta ribuan peserta dari berbagai sektor.
Memasuki usia ke-30, APJII menegaskan akan terus mengambil peran dalam membangun ekosistem internet nasional yang inklusif melalui kolaborasi lintas sektor, perluasan konektivitas, dan penguatan infrastruktur digital Indonesia. (mas)