telkomsel halo

ArtScience Museum hadirkan petualangan laut dalam bersama OceanX

05:03:00 | 07 Aug 2026
ArtScience Museum hadirkan petualangan laut dalam bersama OceanX
JAKARTA (IndoTelko) - Dunia laut dalam yang selama ini sulit dijangkau manusia kini dapat dieksplorasi melalui pengalaman digital dan interaktif dalam pameran Into the Ocean: Journey Beneath di ArtScience Museum, Singapura.

Pameran hasil kolaborasi dengan OceanX, organisasi eksplorasi laut global, tersebut menghadirkan perpaduan seni, sains, dan teknologi untuk membawa pengunjung merasakan perjalanan menuju kedalaman samudra yang jarang terlihat.

Dibuka sejak 6 Juni 2026, Into the Ocean: Journey Beneath mengajak pengunjung memulai perjalanan layaknya ekspedisi laut menggunakan kapal riset R/V OceanXplorer. Pengalaman ini dirancang untuk memberikan gambaran mengenai proses penelitian laut dalam, mulai dari aktivitas tim ekspedisi hingga simulasi penyelaman menggunakan kapal selam OceanX.

Pengunjung akan melewati tiga zona utama laut, yakni Photic Zone, Twilight Zone, dan Aphotic Zone, yang menggambarkan perubahan kondisi laut berdasarkan tingkat cahaya dan karakteristik ekosistemnya.

“Laut dalam merupakan salah satu lingkungan paling sedikit dipahami di bumi. Melalui pameran ini, kami ingin membuka akses terhadap dunia tersebut dengan pendekatan yang nyata dan mudah dipahami,” ujar Adrian George, Director of Programmes, Exhibitions and Museum Services, ArtScience Museum.

Menurutnya, kolaborasi antara seni dan sains dapat membantu masyarakat melihat laut dari perspektif baru sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut.

Menggabungkan Seni, Teknologi, dan Riset Kelautan

Into the Ocean: Journey Beneath menghadirkan karya dari sejumlah seniman internasional, seperti bit.studio dari Thailand, Jana Winderen dari Norwegia, Lachlan Turczan dari Amerika Serikat, Marshmallow Laser Feast dari Inggris, hingga Robertina Šebjanič dari Slovenia.

Salah satu karya yang menjadi perhatian adalah Invisible Ocean karya Sissel Tolaas. Instalasi tersebut menghadirkan pengalaman berbasis aroma yang terinspirasi dari sampel laut dan penelitian kimia molekuler untuk menggambarkan keberagaman sekaligus kerentanan ekosistem laut.

Pada zona Photic Zone, pengunjung dapat melihat kehidupan terumbu karang melalui koleksi penelitian dari Lee Kong Chian Natural History Museum, termasuk sampel inti terumbu yang merekam sejarah pembentukan terumbu di perairan Singapura selama ribuan tahun.

Sementara itu, zona Twilight Zone menghadirkan visualisasi data mengenai arus laut yang berperan dalam sistem iklim bumi melalui instalasi DataXplorer, hasil pengembangan OceanX bersama University of Bristol dan pembuat film James Honeyborne.

Perjalanan berlanjut menuju Aphotic Zone, area yang menggambarkan kondisi laut dalam tanpa cahaya. Pengunjung dapat melihat spesimen langka serta rekaman eksplorasi OceanX yang memperlihatkan kehidupan organisme laut di kedalaman ekstrem.

Pendiri sekaligus Co-CEO OceanX, Mark Dalio, mengatakan pameran ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi laut melalui pengalaman edukasi yang lebih imersif.

“Orang akan melindungi sesuatu yang mereka pahami, dan mereka memahami sesuatu yang dapat mereka alami. Pameran ini dirancang agar masyarakat memiliki hubungan yang lebih dekat dengan laut,” ujarnya.

Mengajak Pengunjung Terlibat dalam Konservasi Laut

Selain mengeksplorasi keindahan laut, pameran ini juga mengajak pengunjung memahami upaya konservasi melalui area Resurface.

Bekerja sama dengan WWF Singapore, instalasi Seagrass Stories: Help the Ocean to Healmenampilkan berbagai pendekatan restorasi lamun dan pemulihan ekosistem laut di kawasan Asia.

GCG BUMN
Melalui kombinasi teknologi interaktif, karya seni kontemporer, dan penelitian ilmiah, Into the Ocean: Journey Beneath tidak hanya menghadirkan pengalaman visual, tetapi juga mendorong pengunjung memahami peran penting laut dalam menjaga keseimbangan bumi. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories