telkomsel halo

Polis kesehatan perlu ditinjau berkala, ini alasannya

05:58:00 | 09 Sep 2026
Polis kesehatan perlu ditinjau berkala, ini alasannya
JAKARTA (IndoTelko) - Memiliki asuransi kesehatan tidak cukup hanya dengan membayar premi secara rutin. Allianz Indonesia mengingatkan pemegang polis untuk memahami kembali manfaat, ketentuan, serta cakupan perlindungan dan melakukan review polis secara berkala agar tetap sesuai dengan kebutuhan.

Perubahan status keluarga, jumlah tanggungan, penghasilan hingga kebutuhan kesehatan dapat membuat perlindungan yang sebelumnya memadai menjadi tidak lagi sesuai. Karena itu, evaluasi polis sebaiknya dilakukan ketika terjadi perubahan penting dalam kehidupan, bukan hanya saat hendak mengajukan klaim.

“Perlindungan yang efektif adalah perlindungan yang selalu relevan dengan fase kehidupan nasabah. Melakukan peninjauan polis secara berkala membantu nasabah memahami kembali cakupan, ketentuan, serta potensi gap perlindungan yang mungkin muncul,” ujar Head of Product Marketing & Development Allianz Life Syariah, Rina Triana.

Allianz merangkum lima hal yang perlu diperiksa saat melakukan review polis kesehatan.

Pertama, kesesuaian manfaat dengan kebutuhan terkini. Nasabah perlu mengecek kembali limit tahunan, fasilitas kamar, manfaat rawat inap dan rawat jalan, serta manfaat tambahan atau rider.

Kedua, ketentuan dan syarat polis. Selain melihat besaran manfaat, nasabah perlu memahami masa tunggu, pengecualian, pre-existing condition, limit per kejadian, hingga prosedur pengajuan klaim.

Ketiga, akurasi data polis. Informasi seperti nomor kontak, alamat, rekening pembayaran klaim, data tertanggung dan metode pembayaran premi perlu dipastikan tetap benar dan terbaru untuk menghindari kendala administrasi.

Keempat, mengantisipasi protection gap. Nasabah perlu menilai apakah limit manfaat masih memadai menghadapi kenaikan biaya medis atau perubahan kebutuhan keluarga. Gap dapat muncul karena limit terlalu rendah, bertambahnya anggota keluarga, atau kebutuhan perlindungan baru.

Jika ingin mengganti polis untuk menutup gap tersebut, nasabah juga perlu mempertimbangkan konsekuensi seperti masa tunggu yang kembali berlaku maupun pengecualian baru.

Kelima, memanfaatkan masa perpanjangan untuk berkonsultasi dengan agen. Diskusi dapat digunakan untuk mengevaluasi kebutuhan perlindungan, termasuk opsi penambahan manfaat atau penerapan deductible, yakni bagian biaya awal yang ditanggung nasabah sebelum manfaat asuransi berlaku.

Menurut Rina, asuransi kesehatan merupakan proteksi jangka panjang yang perlu menyesuaikan perjalanan hidup pemegang polis.

“Asuransi kesehatan bukan sekadar produk yang dibeli satu kali untuk selamanya, melainkan proteksi yang harus beradaptasi dengan perjalanan hidup nasabah,” pungkasnya.

GCG BUMN
Dengan review secara berkala, nasabah dapat mengetahui apakah perlindungan yang dimiliki masih relevan dan mengantisipasi potensi kekurangan perlindungan sebelum kebutuhan kesehatan benar-benar muncul. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories