JAKARTA (IndoTelko) - Equinix memperluas layanan konektivitas Microsoft Azure di fasilitas International Business Exchange (IBX) miliknya di Jakarta dan Kuala Lumpur. Langkah ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan perusahaan dalam membangun infrastruktur hybrid multicloud yang lebih aman, berlatensi rendah, dan siap menangani beban kerja kecerdasan buatan (AI).
Dengan penambahan tersebut, pelanggan Equinix di Indonesia kini dapat mengakses Microsoft Azure melalui koneksi privat sekaligus memanfaatkan ekosistem cloud yang juga mencakup Amazon Web Services (AWS), Google Cloud, dan Alibaba Cloud. Model ini memungkinkan perusahaan mengoptimalkan kinerja aplikasi, meningkatkan ketahanan jaringan, serta memenuhi kebutuhan regulasi terkait pengelolaan data.
Managing Director Equinix Indonesia, Haris Izmee, mengatakan permintaan terhadap infrastruktur digital terus meningkat seiring ekspansi perusahaan lokal maupun multinasional di Asia Tenggara. Menurutnya, akses langsung ke Microsoft Azure melalui pusat data Equinix di Jakarta akan membantu perusahaan mempercepat implementasi layanan cloud dan AI tanpa mengorbankan aspek keamanan maupun lokasi penyimpanan data.
Sementara itu, Corporate Vice President and Chief Technology Officer Microsoft Indonesia, Mark Souza, menilai strategi hybrid cloud semakin banyak diterapkan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung transformasi digital. Kehadiran konektivitas privat ke Microsoft Azure melalui Equinix disebut akan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi organisasi dalam mengembangkan beban kerja berbasis cloud dan AI.
Equinix menilai Indonesia memiliki prospek besar sebagai salah satu pusat ekonomi digital di Asia Tenggara. Pertumbuhan adopsi cloud, kebutuhan komputasi AI, serta posisi strategis Jakarta sebagai hub interkoneksi dinilai menjadi faktor yang mendorong permintaan terhadap infrastruktur digital berkapasitas tinggi.
Saat ini layanan konektivitas Microsoft Azure melalui Equinix telah tersedia di lebih dari 20 negara, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, India, Hong Kong, dan Australia. Perusahaan menyatakan perluasan jaringan tersebut akan memperkuat strategi hybrid multicloud pelanggan sekaligus mendukung pengembangan infrastruktur digital di kawasan Asia Pasifik. (mas)