telkomsel halo

Lowongan kerja palsu jadi Modus TPPO, ini cara menghindarinya

05:15:11 | 31 Jul 2026
Lowongan kerja palsu jadi Modus TPPO, ini cara menghindarinya
JAKARTA (IndoTelko) - Kemajuan teknologi digital membuat proses mencari kerja semakin mudah, namun di sisi lain juga membuka peluang bagi pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) untuk menjalankan aksinya melalui modus lowongan kerja palsu.

Jobstreet by SEEK bersama United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) kembali mengedukasi masyarakat mengenai risiko TPPO berbasis teknologi dalam peringatan Hari Dunia Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) 2026 bertema “Melawan TPPO di Era Digital” yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

Dalam kegiatan tersebut, Jobstreet mengungkap sejumlah pola baru yang digunakan pelaku, mulai dari menawarkan pekerjaan dengan gaji tinggi, merekrut melalui media sosial, hingga mengarahkan korban ke jaringan penipuan online lintas negara.

Data International Organization for Migration (IOM) mencatat kasus perdagangan orang yang berkaitan dengan aktivitas penipuan online di Asia Tenggara mengalami peningkatan. Banyak korban awalnya menerima tawaran pekerjaan yang terlihat profesional, tetapi kemudian dipaksa menjalankan aktivitas ilegal dalam jaringan scam.

Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menyebut ribuan hingga ratusan ribu orang di kawasan Asia Tenggara telah menjadi korban operasi online scam. Para korban umumnya mengalami eksploitasi setelah direkrut melalui iklan kerja palsu atau tawaran migrasi yang tidak sesuai kenyataan.

Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak. Sejumlah warga negara Indonesia dilaporkan terjebak dalam jaringan penipuan online setelah menerima tawaran pekerjaan luar negeri dengan iming-iming penghasilan besar melalui pesan pribadi, grup percakapan, maupun akun yang tidak terverifikasi.

National Programme Officer UNODC Indonesia, Abie Sancaya, mengatakan perkembangan teknologi membuat modus TPPO semakin sulit dikenali karena pelaku memanfaatkan berbagai platform digital untuk membangun kepercayaan korban.

“Pencegahan membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk platform digital dan penyedia layanan ketenagakerjaan, agar masyarakat semakin memahami risiko dari rekrutmen yang menyesatkan,” ujarnya.

Untuk memperkuat perlindungan pengguna, Jobstreet by SEEK mengembangkan sistem keamanan melalui verifikasi perusahaan, pemantauan iklan lowongan, penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI), serta penyediaan fitur pelaporan bagi pencari kerja.

Head of Country Marketing Indonesia Jobstreet by SEEK, Sawitri, mengatakan keamanan ekosistem rekrutmen menjadi fokus utama perusahaan.

“Penipuan lowongan kerja menjadi salah satu modus yang semakin sering digunakan untuk menjerat korban. Karena itu, kami memperkuat verifikasi, deteksi dini berbasis teknologi, dan edukasi bagi pencari kerja,” kata Sawitri.

Jobstreet juga membagikan sejumlah langkah agar masyarakat lebih aman saat mencari pekerjaan secara online. Pencari kerja disarankan menggunakan platform resmi, tidak mudah percaya dengan tawaran yang tidak masuk akal, tidak membayar biaya rekrutmen, menjaga data pribadi, serta memastikan legalitas perusahaan sebelum menerima pekerjaan, terutama untuk peluang kerja luar negeri.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan lowongan mencurigakan, seperti permintaan pembayaran, proses rekrutmen yang dipindahkan ke kanal pribadi, atau tawaran kerja luar negeri tanpa kejelasan dokumen.

GCG BUMN
Melalui kolaborasi antara platform digital, pemerintah, dan lembaga internasional, upaya pencegahan TPPO di ruang digital diharapkan dapat semakin kuat sehingga masyarakat dapat mencari peluang kerja secara lebih aman. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories