JAKARTA (IndoTelko) - Dr. Timothy Astandu mencatatkan prestasi baru bagi Indonesia setelah meraih penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Insan Indonesia yang Mengunjungi Negara Berdaulat Terbanyak.
Penghargaan tersebut diberikan setelah Timothy berhasil mengunjungi 197 negara dan wilayah yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggunakan paspor Indonesia. Brasil menjadi negara terakhir yang dikunjunginya pada Mei 2026 sekaligus melengkapi perjalanan panjang tersebut.
Penghargaan MURI diserahkan langsung oleh pendiri Museum Rekor-Dunia Indonesia, Jaya Suprana, pada Kamis (16/7/2026) di Gedung Jaya Suprana Institute, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Timothy menerima penghargaan tersebut bersama istri dan ibundanya.
Menurut Timothy, kecintaan terhadap dunia perjalanan sudah tumbuh sejak kecil berkat sang ibu yang memperkenalkannya pada pengalaman menjelajah dunia.
“Beliau yang menurunkan hobi menjelajah ini. Perjalanan pertama saya bahkan dimulai saat usia satu tahun ketika mengunjungi Jerman,” ujar Timothy.
Sebelum mendapatkan pengakuan dari MURI, perjalanan Timothy juga telah mendapat apresiasi dari sejumlah komunitas perjalanan internasional, seperti Travelers’ Century Club (TCC), NomadMania, dan Most Traveled People (MTP).
Timothy juga menilai pencapaiannya menjadi bukti bahwa paspor Indonesia memiliki kemampuan menjangkau berbagai negara di dunia. Menurutnya, meski terdapat tantangan untuk memasuki sejumlah negara maju, paspor Indonesia tetap memiliki akses luas tanpa adanya larangan khusus dari negara tertentu.
“Paspor Indonesia tidak lemah. Paspor ini justru memungkinkan saya mengunjungi semua negara. Itu menjadi keuntungan yang sering tidak disadari,” katanya.
Ia menyebut posisi historis Indonesia yang menganut prinsip politik luar negeri bebas aktif turut berperan dalam hubungan diplomatik dengan berbagai negara.
Di tengah aktivitas perjalanan dunia, Timothy tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai CEO sekaligus Co-Founder Populix, perusahaan konsultasi berbasis riset yang didirikannya sejak 2018 bersama dua rekannya.
Ia mengaku harus mengatur waktu secara ketat agar perjalanan tidak mengganggu aktivitas bisnis, mulai dari memanfaatkan akhir pekan hingga perjalanan singkat di sela jadwal kerja.
Pengalaman berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai negara kemudian menjadi salah satu inspirasi berdirinya Populix. Menurut Timothy, perjalanan tersebut membuka banyak perspektif baru tentang perilaku dan pandangan manusia yang sering berbeda dari asumsi umum.
Populix kini menyediakan berbagai layanan riset, mulai dari riset pasar, riset kebijakan dan masyarakat, platform swa-survei PopSurvey, hingga platform riset berbasis kecerdasan buatan (AI) AskLumia. Layanan tersebut didukung oleh lebih dari 1,3 juta responden di Indonesia dan Asia Tenggara.
Setelah menyelesaikan misi mengunjungi seluruh negara di dunia, Timothy kini membidik target baru, yakni menuntaskan perjalanan ke seluruh provinsi di Indonesia serta menjadi orang Indonesia pertama yang menaiki 200 merek maskapai penerbangan dunia.
“Saat ini masih ada enam provinsi yang belum saya kunjungi, terutama di Papua setelah adanya pemekaran wilayah. Saya berharap target tersebut bisa selesai pada akhir tahun ini,” tutupnya. (mas)