telkomsel halo

Identitas mesin di Asia Pasifik lampaui manusia

05:56:00 | 26 Jul 2026
Identitas mesin di Asia Pasifik lampaui manusia
JAKARTA (IndoTelko) Palo Alto Networks mengungkap jumlah identitas mesin di lingkungan perusahaan Asia Pasifik (APAC) kini mencapai 111 kali lebih banyak dibandingkan identitas manusia seiring meningkatnya adopsi agen kecerdasan buatan (AI) dalam operasional bisnis.

Temuan tersebut tercantum dalam 2026 Identity Security Landscape Report yang disusun berdasarkan survei terhadap 2.930 pengambil keputusan keamanan siber di berbagai negara. Laporan itu menunjukkan seluruh organisasi di kawasan APAC telah mengadopsi agen AI, dan sebagian besar memperkirakan jumlah identitas mesin akan terus meningkat dalam 12 bulan mendatang.

Palo Alto Networks menilai lonjakan penggunaan identitas mesin belum diimbangi dengan perubahan strategi keamanan. Banyak organisasi masih menerapkan pendekatan yang berfokus pada perlindungan identitas manusia, padahal identitas mesin kini menjadi sasaran serangan siber.

Senior Director, Identity Domain Consulting Palo Alto Networks Jeffrey Kok mengatakan pelaku kejahatan siber semakin memanfaatkan identitas yang telah dicuri untuk memperoleh akses ke sistem perusahaan.

“Pelaku serangan kini tidak selalu perlu menembus sistem secara langsung. Mereka dapat masuk menggunakan identitas manusia maupun identitas AI yang telah dicuri,” ujarnya.

Menurut Jeffrey, jumlah identitas mesin tumbuh hampir 40 persen secara tahunan, menunjukkan organisasi masih kesulitan menyesuaikan tata kelola keamanan dengan perkembangan lingkungan digital.

Laporan tersebut juga mencatat sembilan dari sepuluh organisasi di APAC mengalami sedikitnya satu insiden keamanan yang berkaitan dengan penyalahgunaan identitas dalam 12 bulan terakhir.

Selain itu, sebanyak 98 persen organisasi di kawasan tersebut memiliki identitas pengguna dengan hak akses yang melebihi kebutuhan pekerjaannya. Persentase yang sama juga mengalami identity silos, yaitu sistem pengelolaan identitas yang terpisah-pisah akibat penggunaan berbagai platform digital dan perangkat AI.

Fragmentasi sistem identitas tersebut berdampak pada penanganan insiden keamanan. Palo Alto Networks mencatat organisasi membutuhkan tambahan waktu rata-rata hingga 13 jam untuk merespons insiden akibat tidak terintegrasinya sistem identitas.

Di Singapura, jumlah identitas mesin telah mencapai rasio 107:1 dibandingkan identitas manusia. Sebanyak 85 persen organisasi di negara tersebut memperkirakan jumlah agen AI dan identitas mesin akan terus meningkat dalam satu tahun ke depan.

Director of Industry Solutions JAPAC Palo Alto Networks Siddharth Deshpande mengatakan perusahaan perlu menjadikan identitas mesin dan agen AI sebagai bagian dari strategi keamanan siber, seiring semakin luasnya pemanfaatan AI dalam operasional bisnis.

Menurutnya, organisasi perlu menerapkan pengelolaan identitas secara terpusat, menerapkan akses berbasis kebutuhan, serta mengotomatisasi siklus hidup identitas untuk mengurangi risiko penyalahgunaan akses.

GCG BUMN
Palo Alto Networks menilai pengelolaan identitas manusia, mesin, dan agen AI secara terpadu menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ketahanan siber perusahaan di tengah meningkatnya adopsi teknologi AI.(wn)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories