JAKARTA (IndoTelko) - Minat masyarakat terhadap olahraga berintensitas tinggi seperti marathon, trail run, dan Hyrox terus meningkat. Fenomena ini mencerminkan semakin banyak masyarakat yang mengadopsi gaya hidup aktif, baik melalui latihan rutin maupun dengan mengikuti berbagai ajang kompetisi. Namun, di balik tren tersebut, persiapan fisik yang matang tetap menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko cedera.
Data Allianz Indonesia menunjukkan cedera muskuloskeletal masih menjadi salah satu risiko kesehatan yang paling banyak dialami masyarakat. Selama periode Januari hingga Juni 2026, perusahaan mencatat lima jenis cedera dengan klaim tertinggi, yaitu robekan meniskus lutut sebanyak 2.119 kasus, cedera ligamen lutut (ACL/PCL) 2.027 kasus, keseleo atau cedera ligamen dan otot pergelangan kaki 1.468 kasus, patah tulang pergelangan tangan bagian bawah 582 kasus, serta cedera otot dan tendon bahu 519 kasus.
Mayoritas kasus tersebut terjadi pada area tungkai bawah, terutama lutut dan pergelangan kaki. Cedera muskuloskeletal sendiri merupakan gangguan pada sistem gerak yang melibatkan otot, tulang, sendi, ligamen, maupun tendon akibat aktivitas fisik berulang, benturan, atau beban latihan yang berlebihan.
Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, Allianz Indonesia telah membayarkan 20.247 klaim terkait cedera dan kecelakaan dengan total nilai lebih dari Rp176,4 miliar.
Head of Health Analytics Allianz Life Indonesia, dr. Tubagus Argie, mengatakan meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap olahraga merupakan perkembangan yang positif. Namun, olahraga dengan intensitas tinggi membutuhkan persiapan yang tidak bisa diabaikan.
Menurutnya, latihan secara bertahap (progressive training), latihan kekuatan, pemulihan yang memadai, asupan nutrisi dan hidrasi yang seimbang, serta kemampuan mengenali batas kemampuan tubuh merupakan faktor penting untuk membantu mengurangi risiko cedera.
Ia mengingatkan agar semangat menjalani gaya hidup sehat tidak justru berujung pada cedera yang sebenarnya dapat dicegah melalui persiapan yang tepat.
Bagi masyarakat yang baru mulai menjalani olahraga intensitas tinggi atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, Allianz juga menyarankan untuk melakukan medical check-up sebelum memulai program latihan. Pemeriksaan kesehatan dinilai dapat membantu mengidentifikasi kondisi yang belum menunjukkan gejala sekaligus memastikan tubuh siap menghadapi aktivitas fisik dengan intensitas tinggi.
Menurut dr. Argie, manfaat olahraga akan semakin optimal apabila didukung persiapan yang baik, pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan, serta perlindungan kesehatan yang memadai. Dengan langkah tersebut, masyarakat dapat menjalani gaya hidup aktif dengan lebih aman sekaligus lebih siap menghadapi berbagai risiko kesehatan yang mungkin terjadi. (mas)