telkomsel halo

Live Shopping lebih efektif dongkrak pembelian dibanding Affiliate Link

08:41:00 | 14 Jul 2026
Live Shopping lebih efektif dongkrak pembelian dibanding Affiliate Link
JAKARTA (IndoTelko) - Live shopping dan affiliate link kini menjadi dua strategi utama dalam ekosistem perdagangan digital. Meski sama-sama berperan mendorong transaksi, keduanya memiliki karakteristik dan efektivitas yang berbeda dalam memengaruhi keputusan belanja konsumen.

Hal itu terungkap dalam survei terbaru Jakpat yang melibatkan 1.714 responden pengguna belanja online di Indonesia. Hasil riset menunjukkan live shopping memiliki tingkat keterlibatan yang lebih tinggi dibanding affiliate link, terutama dalam mendorong pembelian secara langsung.

Sebanyak 92% responden mengaku rutin menyaksikan sesi live shopping, sementara lebih dari separuh di antaranya telah melakukan pembelian melalui fitur tersebut dalam enam bulan terakhir.

Lead Researcher Jakpat Farida Hasna mengatakan, setiap generasi memiliki alasan berbeda dalam mengikuti live shopping.

“Meski tingkat keterlibatannya tinggi di semua generasi, alasan konsumen mengikuti live shopping tidak selalu sama. Sebagian mencari penawaran menarik, sementara yang lain memanfaatkannya untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap sebelum membeli. Hal ini menunjukkan bahwa live shopping mampu menjawab kebutuhan konsumen yang beragam dalam satu pengalaman belanja yang sama,”ujarnya.

Dari sisi demografi, perempuan menjadi kelompok yang paling banyak berbelanja melalui live shopping dengan porsi 62%. Sementara berdasarkan usia, Milenial (59%) dan Gen X (58%) tercatat lebih aktif mengikuti sesi live dibanding Gen Z (51%).

Promo menjadi daya tarik utama. Sebanyak 71% responden mengaku terdorong berbelanja karena diskon yang ditawarkan saat live shopping. Faktor lain yang memengaruhi keputusan membeli adalah harga yang lebih murah (66%) serta kesempatan berinteraksi langsung dengan penjual (65%). Khusus Gen Z, ulasan produk, tips penggunaan, hingga perbandingan produk menjadi pertimbangan yang lebih dominan.

Dari sisi platform, Shopee Live masih menjadi pilihan utama dengan tingkat penggunaan sekitar tiga dari empat responden. Posisi kedua ditempati TikTok Live Shopping, yang lebih banyak digunakan oleh konsumen perempuan.

Sementara itu, survei juga menunjukkan bahwa affiliate link berhasil menarik perhatian konsumen, namun belum sepenuhnya mampu mengonversi klik menjadi transaksi.

Sebanyak 83% responden mengaku pernah membuka affiliate link, tetapi kurang dari 40% yang akhirnya melakukan pembelian dalam enam bulan terakhir.

Menurut Hasna, keberhasilan strategi affiliate tidak hanya ditentukan oleh banyaknya klik, tetapi juga kemampuan memahami karakteristik konsumen.

“Affiliate link membuka peluang bagi brand untuk menjangkau konsumen di berbagai kelompok. Namun, respons terhadap dorongan tersebut dapat berbeda tergantung pada kondisi dan kebutuhan masing-masing konsumen. Karena itu, memahami karakteristik setiap segmen menjadi penting agar strategi affiliate tidak hanya mampu mendatangkan traffic, tetapi juga mendorong keputusan pembelian,” jelasnya.

Tingkat pembelian melalui affiliate link relatif seragam di berbagai kelompok usia maupun gender, dengan konversi sekitar 40%. Namun, tingkat pendapatan menjadi faktor pembeda yang cukup signifikan, di mana konsumen berpendapatan rendah menunjukkan tingkat pembelian yang lebih rendah.

GCG BUMN
Dari sisi kanal distribusi, e-commerce menjadi sumber utama affiliate link dengan tingkat adopsi mencapai 95% di seluruh kelompok responden. Posisi berikutnya ditempati layanan quick commercesebesar 15%, yang lebih banyak diminati pria dan kalangan Milenial. Sementara WhatsApp Businessmenjadi kanal affiliate terpopuler ketiga dengan basis pengguna terbesar berasal dari kelompok Gen X. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories