telkomsel halo

Hypernet Technologies tawarkan marketplace AI berbasis penagihan rupiah

04:35:00 | 21 Sep 2026
Hypernet Technologies tawarkan marketplace AI berbasis penagihan rupiah
JAKARTA (IndoTelko) — Hypernet Technologies meluncurkan TokenKu.ai, platform managed AI marketplace yang mengintegrasikan akses ke lebih dari 120 model kecerdasan buatan (AI) melalui satu portal serta menyediakan penagihan dalam rupiah dan faktur pajak resmi.

Platform yang dikembangkan perusahaan managed service provider (MSP) di bawah XLSMART tersebut menyasar kebutuhan perusahaan terhadap pengendalian penggunaan AI, terutama terkait biaya, akses, dan tata kelola.

Kehadiran layanan ini didorong meningkatnya pemanfaatan AI di kalangan pekerja dan perusahaan. Laporan Global Workforce Hopes and Fears Survey 2025 dari PwC mencatat 96% pekerja Indonesia yang menggunakan AI generatif setiap hari merasa lebih produktif.

Sementara itu, studi Unlocking Indonesia’s AI Potential 2026 yang dilakukan Strand Partners untuk Amazon Web Services (AWS) menunjukkan 75% bisnis di Indonesia yang mengadopsi AI mengalami peningkatan produktivitas terukur. Angka tersebut mencapai 84% pada perusahaan yang menerapkan agentic AI.

Pertumbuhan penggunaan AI juga memunculkan fenomena Bring Your Own AI (BYOAI), yaitu penggunaan layanan AI oleh karyawan secara mandiri tanpa strategi dan tata kelola resmi perusahaan. Pola tersebut dapat membuat perusahaan kesulitan memantau konsumsi layanan sekaligus mengendalikan biaya.

Chief Executive Officer Hypernet Technologies Sudianto Oei mengatakan perusahaan membutuhkan mekanisme terpusat untuk mengendalikan akses, penggunaan, dan biaya AI di lingkungan kerja.

“Banyak perusahaan masih kesulitan dalam merancang kerangka kerja AI. Maka dari itu, TokenKu.ai siap membantu organisasi mengatasi kompleksitas tersebut melalui filosofi ‘Satu Gateway untuk Semua Model AI’,” ujar Sudianto.

Melalui TokenKu.ai, perusahaan dapat mengelola akses berbagai model AI melalui satu portal. Manajemen juga dapat memantau konsumsi token secara real time berdasarkan individu, divisi, maupun model yang digunakan.

Platform tersebut menyediakan pengaturan virtual API key dan batas belanja bulanan (budget cap) untuk membantu perusahaan mengendalikan penggunaan layanan AI. Mekanisme ini ditujukan untuk mengurangi penggunaan AI yang tidak tercatat sekaligus memberikan visibilitas terhadap konsumsi di tingkat organisasi.

Dari sisi administrasi, TokenKu.ai mengonsolidasikan penggunaan berbagai layanan AI ke dalam satu tagihan dengan faktur pajak dan mata uang rupiah. Perusahaan dapat menggunakan skema top up wallet atau menggabungkan pembayaran dengan paket managed service Hypernet Technologies.

Platform tersebut menyediakan akses ke lebih dari 120 model AI dari sejumlah pengembang teknologi global, termasuk OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta. Model bisnis ini memungkinkan perusahaan mengelola berbagai layanan melalui satu portal tanpa harus membuat akun dan mengatur administrasi pembayaran secara terpisah.

Pada tahap awal, Hypernet Technologies menyasar sektor telekomunikasi, media dan teknologi (TMT), jasa keuangan, serta ritel. Perusahaan menilai sektor-sektor tersebut memiliki kebutuhan tinggi terhadap efisiensi operasional sekaligus pengelolaan data dan penggunaan teknologi yang lebih terkontrol.

GCG BUMN
Hypernet Technologies selanjutnya berencana memperluas cakupan sektor pengguna TokenKu.ai. Langkah tersebut menempatkan pengelolaan biaya dan tata kelola penggunaan AI sebagai bagian dari kebutuhan baru perusahaan seiring meluasnya adopsi teknologi tersebut.(wn)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories