HGI dan Disdik Jatim kembangkan talenta digital global

05:09:00 | 19 Jun 2026
HGI dan Disdik Jatim kembangkan talenta digital global
JAKARTA (IndoTelko) HGI Research Centre menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat pengembangan talenta digital dan pendidikan vokasi berorientasi industri.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) yang berlangsung di Shanghai, Tiongkok, sebagai bagian dari kunjungan resmi delegasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur pada 8-12 Juni 2026.

Melalui kesepakatan ini, kedua pihak akan membangun mekanisme komunikasi berkelanjutan serta mengeksplorasi berbagai program strategis, mulai dari integrasi pendidikan dan industri, pengembangan talenta digital, penguatan kemitraan sekolah dengan dunia usaha, hingga program pertukaran dan kolaborasi internasional.

Delegasi Jawa Timur dipimpin Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai. Selama kunjungan, rombongan mengikuti diskusi, berbagi pengetahuan, dan melakukan kunjungan lapangan bersama HGI Research Centre serta sejumlah institusi pendidikan vokasi di Shanghai.

Wakil Presiden HGI Research Centre, Wang Chen, menilai pendidikan vokasi perlu bertransformasi seiring meningkatnya adopsi kecerdasan buatan di dunia industri.

“Perusahaan saat ini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang mampu menggunakan AI, tetapi juga individu yang dapat memanfaatkannya secara efektif dalam proses bisnis. Karena itu, kami berkomitmen menghadirkan proyek, proses, dan standar industri ke ruang kelas di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Aries Agung Paewai, pengembangan industri digital menjadi salah satu faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kerja sama dengan HGI Research Centre dan institusi vokasi di Shanghai diharapkan dapat melahirkan talenta muda yang memiliki keterampilan digital, kemampuan komunikasi, dan wawasan global untuk mendukung pengembangan industri di Jawa Timur,” katanya.

Salah satu fokus pembahasan dalam kerja sama ini adalah penerapan konsep “Chinese + Class Skill”, yakni model pembelajaran yang mengintegrasikan penguasaan bahasa Mandarin dengan keterampilan profesional sesuai kebutuhan industri.

Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran bahasa dikombinasikan dengan praktik di bidang desain gim, media digital, produksi konten, dan industri kreatif. Model ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi teknis sekaligus kemampuan komunikasi lintas budaya.

Kedua pihak juga menjajaki peluang kolaborasi lain, seperti penyusunan kurikulum bersama, sertifikasi keterampilan vokasi internasional, penguatan kemitraan sekolah dan industri, serta pengembangan talenta di sektor ekonomi digital.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi Jawa Timur turut mengunjungi sejumlah institusi pendidikan vokasi di Shanghai, antara lain Shanghai Qunxing Vocational and Technical School, Shanghai Caoyang Vocational and Technical School, dan Shanghai Arts and Crafts Vocational College.

Delegasi melihat langsung implementasi integrasi pendidikan dan industri di berbagai bidang, mulai dari animasi, pengembangan gim, media digital, kecerdasan buatan, hingga pemanfaatan teknologi untuk pelestarian budaya.

Deputy Director of the Education Bureau of Putuo District, Shanghai, Wang Zhenfei, menjelaskan bahwa kawasan Putuo memiliki 160 institusi pendidikan dengan lebih dari 100 ribu siswa dan sekitar 12 ribu tenaga pendidik.

Sejak 2020, Putuo telah mengimplementasikan pendidikan berbasis kecerdasan buatan dan ditetapkan sebagai salah satu dari tiga kawasan percontohan pendidikan AI di Shanghai. Penguatan sistem pendidikan vokasi modern juga terus dilakukan untuk memastikan kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri masa depan.

Melalui kerja sama ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan HGI Research Centre berharap dapat memperluas akses generasi muda terhadap keterampilan digital, pengalaman belajar internasional, dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan ekonomi digital. (mas)

Artikel Terkait