1.500 Guru ikuti Program Telkomsel, belajar manfaatkan AI

07:04:00 | 25 Sep 2026
1.500 Guru ikuti Program Telkomsel, belajar manfaatkan AI
JAKARTA (IndoTelko) Pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) mulai menjadi bagian dari pengembangan kompetensi tenaga pendidik. Telkomsel mendorong kemampuan tersebut melalui program Terpujilah GURU 2026 yang membekali guru dengan keterampilan AI dan kreativitas digital untuk mendukung proses belajar di kelas.

Program yang berlangsung sejak Mei 2026 itu telah menjangkau lebih dari 3.800 guru SMA, SMK, dan MA melalui rangkaian roadshow di sejumlah daerah serta pembelajaran daring.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.500 peserta terpilih mengikuti tahapan program yang mencakup seleksi, akademi daring untuk 400 guru, pendampingan terhadap 80 guru, hingga pelatihan intensif bagi 12 finalis di Jakarta.

Rangkaian tersebut ditutup melalui Puncak Anugerah Terpujilah GURU 2026 di Jakarta, Rabu (23/9). Dalam tahap akhir, 12 guru mempresentasikan karya dan praktik pembelajaran yang dikembangkan selama mengikuti program.

Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada penggunaan AI. Peserta juga mempelajari penyusunan instruksi AI, produktivitas digital, desain visual, produksi video, metode pembelajaran kreatif hingga pengujian digital.

Para guru kemudian diminta menghasilkan materi dan rancangan pembelajaran yang dapat digunakan serta dikembangkan di sekolah masing-masing.

Direktur Human Capital Management Telkomsel, Indrawan, mengatakan perkembangan AI yang cepat membuat dunia pendidikan perlu mempersiapkan guru agar mampu memanfaatkannya secara tepat.

“Kami melihat Bapak dan Ibu guru sangat siap bertransformasi, tanpa meninggalkan pembangunan kompetensi dasar anak-anak kita. AI berkembang sangat cepat dan akan memasuki semua lini kehidupan, sehingga kita perlu bersama menguji dan mempelajari adopsi AI melalui program Terpujilah GURU ini,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan AI di bidang pendidikan diharapkan turut memperkuat kesiapan generasi Indonesia menghadapi perkembangan teknologi dan persaingan global.

Dari proses penilaian terhadap pembelajaran, karya akhir, dan penerapannya, Telkomsel memilih enam peserta terbaik. Mereka adalah Sofie Mellyani F. dari SMAN 4 Surabaya, Irvia Mariza dari SMAN 15 Bandung, Merlin Hitalessy dari SMKN 1 Ambon, A. Arief R. dari SMKN 1 Garut, Winda Risnawati dari SMAN 5 Pematangsiantar, dan Tressya Litaay dari SMAN 38 Maluku Tengah.

Tressya mengatakan program tersebut membantunya melihat AI sebagai alat untuk mengembangkan materi pembelajaran yang lebih interaktif, termasuk bagi siswa di wilayah pedesaan.

Sementara A. Arief R. mengaku mengalami perubahan dalam pola mengajar setelah mengikuti program tersebut. Menurutnya, pembelajaran yang sebelumnya lebih banyak berpusat pada papan tulis kini dapat dikembangkan menjadi lebih aktif dengan pendekatan pemikiran komputasional dan aktivitas kreatif.

Direktur Jenderal Pendidikan Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Nunuk Suryani, mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menilai program Terpujilah GURU memberi ruang bagi guru untuk terus mengembangkan kompetensi, khususnya dalam memanfaatkan AI sebagai alat bantu pembelajaran.

Nunuk juga berharap para guru yang mengikuti program tersebut dapat berkontribusi dalam pengembangan program pendidikan yang berkaitan dengan coding dan kecerdasan artifisial.

Untuk memperluas dampak program, peserta juga tergabung dalam jejaring alumni EduCreator. Komunitas ini menjadi ruang bagi para guru untuk berbagi materi, pengalaman, serta praktik pembelajaran yang dapat diterapkan di berbagai daerah. (mas)

Artikel Terkait