JAKARTA (IndoTelko) - Telkom University bersama Kaspersky resmi membuka pendaftaran HackNusa From Ideas to Impact, kompetisi hackathon keamanan siber tingkat nasional yang bertujuan mendorong lahirnya solusi inovatif untuk menghadapi berbagai tantangan keamanan digital di Indonesia.
Pendaftaran dibuka hingga 21 Agustus 2026, sementara babak final berupa hackathon tatap muka akan digelar pada 3 Oktober 2026 di Telkom University, Bandung. Ajang ini ditujukan bagi mahasiswa, pengembang, pegiat keamanan siber, serta talenta teknologi dari berbagai daerah di Indonesia.
Tim terbaik akan memperoleh hadiah utama sebesar Rp13 juta, serta kesempatan mengikuti pelatihan keamanan siber dari Kaspersky dengan nilai mencapai US$2.500.
Head of Kaspersky Academy, Evgeniya Russkikh, mengatakan percepatan transformasi digital di Indonesia diikuti dengan meningkatnya kompleksitas ancaman siber. Kondisi tersebut turut mendorong kebutuhan terhadap tenaga profesional keamanan siber yang semakin besar.
Menurutnya, HackNusa diharapkan menjadi wadah bagi talenta teknologi Indonesia untuk menguji kemampuan sekaligus mengembangkan solusi terhadap persoalan keamanan siber dan kepercayaan digital yang dihadapi dunia nyata.
Melalui kolaborasi dengan Telkom University, Kaspersky juga ingin mendukung pengembangan talenta lokal melalui lingkungan pembelajaran yang mendorong inovasi sekaligus memberikan pengalaman praktis bagi para peserta.
Sementara itu, Dekan Fakultas Informatika Telkom University, Kemas Muslim Lhaksamana, menegaskan keamanan siber bersama kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan pendidikan dan riset di kampus tersebut.
Ia menilai kolaborasi dengan perusahaan teknologi global seperti Kaspersky menjadi langkah penting untuk memperkuat kualitas akademik sekaligus menghasilkan riset yang mampu menjawab tantangan industri. HackNusa pun diharapkan menjadi sarana bagi generasi muda untuk menciptakan inovasi yang memberikan dampak nyata terhadap keamanan digital.
Pada penyelenggaraan tahun ini, peserta akan berkompetisi dalam tiga kategori utama, yaitu keamanan pembayaran digital dan fintech, pemanfaatan AI untuk pertahanan siber, serta keamanan yang berpusat pada pengguna (human-centered security).
Melalui kategori pertama, peserta ditantang mengembangkan solusi yang mampu meningkatkan keamanan transaksi digital dan layanan keuangan. Pada kategori kedua, peserta diminta memanfaatkan teknologi AI untuk mendeteksi, mencegah, dan merespons ancaman siber yang semakin kompleks. Sementara kategori ketiga berfokus pada pengembangan solusi keamanan yang mudah dipahami dan digunakan oleh masyarakat.
Kompetisi diawali dengan proses pendaftaran serta pengiriman proof of concept (POC) secara daring. Tim yang lolos seleksi akan melanjutkan pengembangan proyek sebelum mempresentasikan solusi mereka pada babak final di Bandung.
Panitia akan memilih 30 tim untuk mengikuti hackathon secara langsung, sementara 10 tim terbaik akan mempresentasikan hasil pengembangannya di hadapan dewan juri sebelum penentuan pemenang.
Selain kompetisi HackNusa, peserta juga dapat mengikuti Kaspersky Interactive Protection Simulation (KIPS) yang digelar pada hari yang sama. Simulasi ini memberikan pengalaman menghadapi skenario insiden siber secara langsung sekaligus mengasah kemampuan pengambilan keputusan dan kerja sama tim.
Adapun rangkaian kegiatan HackNusa meliputi pendaftaran hingga 21 Agustus 2026, webinar peserta pada 67 Agustus, proses evaluasi pada akhir Agustus hingga awal September, pengumuman tim terpilih paling lambat 7 September, dilanjutkan pengembangan proyek sebelum final hackathon pada 3 Oktober 2026.
Melalui penyelenggaraan HackNusa, Telkom University dan Kaspersky berharap dapat memperkuat ekosistem keamanan siber nasional dengan membekali generasi muda pengalaman praktis, pendampingan dari industri, serta kesempatan menciptakan solusi yang relevan terhadap tantangan keamanan digital di masa depan. (mas)