JAKARTA (IndoTelko) Bank DBS Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai lebih dari Rp6 miliar untuk mendukung pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatra Barat.
Melalui program Sumatra Disaster Relief yang dijalankan bersama DBS Foundation dan mitra lokal Plan Indonesia, bantuan disalurkan sepanjang Januari hingga April 2026 untuk menjangkau 11.475 keluarga atau 67.653 individu di 222 desa terdampak.
Program pemulihan ini mencakup enam kabupaten di Aceh dan Sumatra Barat, meliputi Bireuen, Pidie Jaya, Aceh Tengah, Aceh Utara, Agam, dan Padang Pariaman.
Presiden Direktur Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan dampak sosial yang berkelanjutan di luar layanan perbankan.
“Kami memiliki tanggung jawab untuk hadir dan mendukung masyarakat, terutama pada masa pemulihan pascabencana. Kondisi masyarakat di Aceh dan Sumatra Barat menjadi prioritas kami untuk memastikan proses pemulihan dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Bank DBS Indonesia menggandeng sejumlah mitra strategis, antara lain Plan Indonesia, Mercy Corps Indonesia, Nazava, Adena Coffee, serta berbagai organisasi lokal dengan pengawasan pelaksanaan oleh DBS Foundation.
Fokus bantuan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk penyediaan akses air bersih, sanitasi, fasilitas kebersihan, rehabilitasi sumber air dan jaringan perpipaan, dukungan hunian darurat, serta distribusi kebutuhan rumah tangga.
Selain itu, program ini juga mencakup distribusi perlengkapan sekolah, penyediaan ruang belajar sementara, dan bantuan tunai multiguna untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan prioritas selama masa pemulihan.
Secara keseluruhan, program ini menjangkau 20.085 anak perempuan, 17.625 anak laki-laki, 12.635 perempuan dewasa, dan 17.308 laki-laki dewasa. Bank DBS Indonesia juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, termasuk 356 lansia dan 20 penyandang disabilitas.
Tak hanya berfokus pada bantuan fisik, program ini turut mencakup pendampingan psikososial, penguatan perlindungan masyarakat, pelatihan pencegahan kekerasan berbasis gender, serta peningkatan kapasitas sektor pendidikan dalam situasi darurat.
Bank DBS Indonesia juga mendukung penguatan koordinasi respons bencana bersama pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), platform koordinasi kemanusiaan, dan organisasi masyarakat sipil.
Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, menyatakan kolaborasi tersebut membantu memastikan bantuan dapat menjangkau kelompok yang paling membutuhkan.
“Kemitraan ini memungkinkan penyaluran bantuan secara efektif dan diharapkan dapat mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana,” katanya.
Program bantuan pascabencana ini merupakan implementasi pilar keberlanjutan Bank DBS Indonesia, khususnya aspek “Dampak Melampaui Bisnis Perbankan”, yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat rentan dan penciptaan dampak sosial jangka panjang. (mas)