telkomsel halo

CEO Indonesia makin andalkan AI

07:02:00 | 22 May 2026
CEO Indonesia makin andalkan AI
JAKARTA (IndoTelko) - Studi terbaru IBM Institute for Business Value mengungkap para CEO di Indonesia mulai menempatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai bagian penting dalam transformasi bisnis dan pengambilan keputusan perusahaan.

Dalam studi global yang melibatkan sekitar 2.000 CEO termasuk dari Indonesia tersebut, sebanyak 80 persen CEO di Indonesia menyebut AI telah mengubah cara perusahaan mendefinisikan inti bisnis mereka.

Selain itu, 90 persen responden mengaku aktif mengintegrasikan AI ke berbagai alur kerja untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan.

Sebanyak 30 persen CEO di Indonesia juga menempatkan AI dan modernisasi teknologi sebagai prioritas strategis utama dalam tiga tahun mendatang.

Vice Chairman IBM, Gary Cohn mengatakan perusahaan yang berhasil ke depan adalah organisasi yang menerapkan pendekatan AI-first dan menjadikan AI sebagai model operasional utama, bukan sekadar teknologi tambahan.

Menurutnya, AI akan mempercepat proses pengambilan keputusan sekaligus mengubah pola kerja organisasi secara menyeluruh.

Studi tersebut juga menunjukkan sekitar 65 persen CEO di Indonesia merasa nyaman mengambil keputusan strategis besar berdasarkan rekomendasi yang dihasilkan AI.

Persentase yang sama juga menilai AI sovereignty atau kedaulatan AI menjadi bagian penting dalam strategi bisnis perusahaan.

Meski demikian, pemanfaatan AI di tingkat tenaga kerja dinilai masih belum optimal. Para CEO memperkirakan baru sekitar 26 persen karyawan yang menggunakan AI secara rutin dalam pekerjaan sehari-hari, walaupun 80 persen responden percaya pegawai mereka sudah memiliki kemampuan untuk berkolaborasi dengan teknologi tersebut.

Managing Director IBM Consulting Asia Pacific, Juhi McClelland menilai perusahaan di Asia Pasifik mulai bergerak dari tahap eksperimen menuju implementasi AI secara lebih serius dalam kepemimpinan dan operasional bisnis.

Sementara itu, General Manager and Technology Leader IBM ASEAN, Catherine Lian mengatakan AI kini tidak lagi dipandang sekadar proyek percobaan, tetapi telah menjadi prioritas utama perusahaan untuk meningkatkan daya saing dan performa bisnis.

Studi IBM juga mencatat perubahan besar pada struktur kepemimpinan perusahaan. Sebanyak 85 persen CEO di Indonesia menilai seluruh pimpinan fungsi bisnis kini perlu memiliki pemahaman teknologi yang kuat.

Selain itu, peran Chief AI Officer (CAIO) diperkirakan akan semakin strategis hingga 2030 seiring meningkatnya integrasi AI dalam organisasi.

Sebanyak 60 persen CEO di Indonesia juga memperkirakan peran Chief Human Resources Officer (CHRO) akan semakin penting dalam mendukung transformasi berbasis AI.

Di sisi lain, penggunaan AI dalam pengambilan keputusan juga diperkirakan terus meningkat. Para CEO memperkirakan sekitar 48 persen keputusan operasional akan dilakukan sepenuhnya oleh AI pada 2030, naik dari sekitar 24 persen saat ini.

Studi tersebut turut menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia. Sebanyak 75 persen CEO di Indonesia menilai keberhasilan implementasi AI lebih ditentukan oleh tingkat adopsi manusia dibanding teknologi itu sendiri.

GCG BUMN
Dalam periode 2026 hingga 2028, sekitar 30 persen pekerja diperkirakan perlu menjalani pelatihan ulang untuk mengisi peran baru, sementara 52 persen lainnya membutuhkan peningkatan keterampilan agar dapat bekerja lebih efektif di era AI. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories