JAKARTA (IndoTelko) - Dompet digital (e-wallet) semakin mengukuhkan posisinya sebagai layanan fintech utama di Indonesia, dengan tingkat penetrasi lebih dari 90% di kalangan pengguna aplikasi keuangan sepanjang 2025. Kemudahan penggunaan dan luasnya ekosistem pembayaran menjadikan e-wallet sebagai bagian tak terpisahkan dari aktivitas finansial sehari-hari, mulai dari belanja hingga pembayaran tagihan.
Survei terbaru dari Jakpat yang melibatkan 1.945 responden mengungkap bahwa penggunaan e-wallet tidak lagi seragam, melainkan dipengaruhi oleh karakteristik tiap generasi—Gen Z, Milenial, hingga Gen X.
Secara umum, sekitar 60% responden menggunakan e-wallet karena kemudahan aplikasi dan transaksi. Dari sisi kepercayaan, 56% Milenial cenderung memilih layanan yang terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan. Sementara itu, Gen Z lebih tertarik pada fitur yang beragam, seperti transfer, penyimpanan dana, hingga pembayaran digital dalam satu aplikasi.
Dalam praktiknya, fungsi utama e-wallet didominasi oleh transfer uang (70%), diikuti pembayaran tagihan dan belanja online (masing-masing 64%). Milenial tercatat paling aktif menggunakan e-wallet untuk membayar tagihan, sementara Gen Z lebih banyak memanfaatkannya untuk menyimpan uang. Di sisi lain, Gen X memanfaatkan e-wallet untuk kebutuhan praktis seperti pembayaran transportasi.
Lead Researcher Jakpat, Farida Hasna, menyebut e-wallet kini telah berevolusi dari sekadar alat pembayaran menjadi kebutuhan finansial sehari-hari. Meski demikian, cara pemanfaatannya tetap berbeda antar generasi, menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Dari sisi brand, DANA menjadi e-wallet paling banyak digunakan dengan penetrasi 72%, terutama di kalangan Gen Z. GoPay menyusul di posisi kedua (60%), dengan basis pengguna lebih kuat di Milenial dan Gen X.
Untuk fitur cicilan, layanan paylater mulai menunjukkan pertumbuhan, dengan 15% responden menggunakannya. SPayLater menjadi yang paling dominan (75%), khususnya di kalangan Gen Z, diikuti GoPay Later dan DANA Cicil.
Temuan ini menunjukkan bahwa preferensi pengguna e-wallet semakin tersegmentasi, di mana setiap platform memiliki kekuatan di segmen pengguna yang berbeda. Tren ini sekaligus mencerminkan dinamika industri fintech yang semakin matang dan kompetitif di Indonesia. (mas)