JAKARTA (IndoTelko) - SailPoint memperkenalkan peningkatan terbaru pada platform keamanan identitas berbasis AI miliknya, sekaligus menegaskan arah baru menuju pendekatan adaptive identity. Inovasi ini dirancang untuk menjawab kompleksitas pengelolaan identitas di era TI modern yang semakin dipengaruhi oleh cloud, AI, dan otomatisasi.
Penguatan platform tersebut menghadirkan visibilitas yang lebih komprehensif terhadap risiko akses, khususnya pada hak akses istimewa. Melalui kapabilitas baru, sistem mampu secara otomatis menemukan, mengklasifikasikan, serta memberikan intelijen terkait akses kritikal di seluruh organisasi. Pendekatan ini dinilai penting untuk mengatasi celah keamanan yang kerap muncul dari pengelolaan akses yang tidak terkontrol.
Selain itu, SailPoint juga memperluas cakupan keamanan ke identitas non-manusia, termasuk agen AI dan akun mesin yang kini semakin dominan dalam ekosistem digital. Integrasi dengan berbagai platform seperti Microsoft 365 Copilot, Amazon Bedrock, hingga Google Vertex AI memungkinkan tata kelola identitas dilakukan secara lebih menyeluruh, mencakup seluruh entitas digital dalam satu kerangka kerja terpadu.
Di sisi lain, pengembangan agen berbasis AI melalui SailPoint Harbor Pilot turut menyederhanakan proses pengelolaan akses. Pengguna kini dapat mengajukan permintaan akses melalui interaksi berbasis percakapan, sehingga proses yang sebelumnya kompleks menjadi lebih intuitif dan efisien.
Peningkatan juga dilakukan pada fitur observability dan data access security yang memberikan visibilitas real-time terhadap hubungan antara identitas dan akses data. Dengan integrasi ke dalam Identity Graph, organisasi dapat memetakan jalur akses data sekaligus mengidentifikasi potensi paparan terhadap data sensitif secara lebih akurat.
Transformasi ini diperkuat dengan modernisasi mesin sertifikasi akses dan pembaruan kebijakan separation of duties (SoD) yang dirancang untuk meningkatkan performa, skalabilitas, serta pengalaman pengguna. Fitur ini dijadwalkan tersedia pada paruh kedua 2026.
Chief Technology Officer SailPoint, Chandra Gnanasambandam menegaskan bahwa pendekatan lama dalam tata kelola identitas sudah tidak lagi relevan. “Model berbasis peninjauan statis tidak mampu mengikuti dinamika ancaman saat ini. Kami menghadirkan pendekatan adaptif berbasis AI untuk memberikan visibilitas berkelanjutan dan tata kelola real-time bagi seluruh jenis identitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, perusahaan menargetkan penerapan prinsip least privilege hingga zero standing privilege, guna memastikan setiap identitas hanya memiliki akses yang benar-benar dibutuhkan dalam waktu terbatas.
Pendekatan baru SailPoint dibangun di atas tata kelola real-time, perlindungan identitas non-manusia, akses dinamis berbasis kebutuhan, serta integrasi dengan sistem deteksi ancaman. Strategi ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara manajemen identitas dan operasi keamanan, sekaligus mempercepat respons terhadap ancaman siber.
Implementasi teknologi ini juga telah dirasakan oleh pelaku industri global. TMF Group menyebut pemanfaatan AI SailPoint berhasil meningkatkan otomatisasi tata kelola identitas sekaligus menjaga kepatuhan di berbagai yurisdiksi.
Dengan langkah ini, SailPoint memperkuat posisinya dalam industri keamanan identitas dengan menghadirkan solusi yang tidak hanya adaptif, tetapi juga relevan untuk menghadapi tantangan keamanan di era AI. (mas)