Fazz Agen kembali gunakan nama Payfazz

08:08:00 | 11 Mar 2026
Fazz Agen kembali gunakan nama Payfazz
JAKARTA (IndoTelko) Fazz Agen resmi kembali menggunakan nama Payfazz sebagai bagian dari langkah strategis di usia satu dekade perusahaan. Perubahan ini menandai fokus baru untuk memperluas layanan kepada lebih banyak pelaku usaha di Indonesia, mulai dari warung, toko ritel, UMKM, hingga merchant yang membutuhkan penerimaan pembayaran non-tunai.

Kembalinya nama Payfazz bukan sekadar rebranding, tetapi juga penegasan arah bisnis yang lebih luas. Jika sebelumnya dikenal kuat pada model keagenan, kini Payfazz ingin memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi pembayaran digital bagi berbagai jenis usaha.

Sejak hadir pada 2016, Payfazz dikenal sebagai platform layanan keuangan digital yang membantu masyarakat menyediakan layanan pembayaran di berbagai daerah, khususnya melalui layanan PPOB dan transfer uang. Dalam perjalanannya, brand tersebut sempat bertransformasi menjadi Fazz Agen sebagai bagian dari integrasi dalam ekosistem Fazz Group.

Seiring berkembangnya kebutuhan pasar dan pesatnya digitalisasi transaksi, perusahaan melihat peluang untuk memperluas positioning agar tidak terbatas pada model keagenan. Dengan kembali menggunakan nama Payfazz, perusahaan menegaskan komitmennya untuk melayani spektrum pelaku usaha yang lebih luas, mulai dari agen individu hingga merchant ritel.

Ke depan, Payfazz juga akan memperkuat layanan penerimaan pembayaran non-tunai melalui mesin EDC dan QRIS. Melalui EDC, merchant dapat menerima pembayaran kartu debit dan kredit dengan proses yang cepat dan aman. Sementara itu, QRIS memungkinkan pelaku usaha menerima pembayaran dari berbagai aplikasi dompet digital dan mobile banking hanya melalui satu kode QR terintegrasi.

Dengan menggabungkan EDC, QRIS, serta layanan pembayaran digital lainnya dalam satu ekosistem, Payfazz berharap dapat membantu pelaku usaha meningkatkan potensi transaksi sekaligus memperluas basis pelanggan yang semakin terbiasa bertransaksi secara cashless.

“Perubahan ini mencerminkan arah strategis kami. Payfazz tidak lagi hanya identik dengan keagenan, tetapi menjadi solusi pembayaran digital yang lebih luas untuk semua pelaku usaha. Fokus kami ke depan adalah memperkuat adopsi EDC dan QRIS agar merchant dapat berkembang di era transaksi non-tunai,” ujar Putri Yulianti, Head of Marketing Fazz.

Hingga awal 2026, Payfazz telah menjangkau ratusan ribu pengguna aktif di lebih dari 500 kota dan kabupaten di Indonesia, dengan jutaan transaksi diproses setiap bulannya. Jaringan yang luas serta kepercayaan yang telah dibangun selama hampir satu dekade menjadi modal penting untuk memperluas fokus bisnis ke segmen merchant yang lebih luas.

Perubahan identitas ini tidak memengaruhi saldo, riwayat transaksi, keamanan akun, maupun fitur yang telah digunakan pengguna. Seluruh layanan tetap berjalan seperti biasa dan Payfazz tetap menjadi bagian dari Fazz Group.

Memasuki 2026, Payfazz menargetkan pertumbuhan melalui ekspansi distribusi EDC dan peningkatan adopsi QRIS di berbagai wilayah Indonesia. Perusahaan juga berencana menghadirkan berbagai program promo dan insentif bagi merchant, serta meningkatkan pengalaman penggunaan aplikasi agar lebih sederhana dan efisien.

Dengan identitas yang kembali diperkuat dan fokus yang semakin luas, Payfazz optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekosistem merchant digital sekaligus mendukung percepatan transformasi ekonomi digital di Indonesia. (mas)

Artikel Terkait