Bitcoin koreksi ke area $92.000

07:04:00 | 20 Jan 2026
Bitcoin koreksi ke area $92.000
JAKARTA (IndoTelko) - Pergerakan harga Bitcoin (BTC) kembali berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan di level tinggi. Dalam 24 jam terakhir, aset kripto terbesar dunia ini terkoreksi dan diperdagangkan di bawah USD 93.000, seiring meningkatnya aksi ambil untung oleh investor ritel.

Mengacu pada analisis Ajaib per Senin (19/1) pukul 08.00 WIB, Bitcoin tercatat melemah 2,50% dan dibuka di level USD 92.715 atau sekitar Rp1,56 miliar. Pelemahan tersebut terjadi setelah BTC sempat menguat mendekati USD 98.000 pada pekan lalu. Tekanan jual ini turut menyeret kinerja pasar kripto secara keseluruhan, dengan total kapitalisasi pasar turun 2,80% ke level USD 3,10 triliun. Sementara itu, dominasi Bitcoin terhadap pasar kripto berada di kisaran 59,75%.

Dari sisi teknikal, koreksi harga saat ini masih dinilai wajar. Pergerakan BTC tercatat tetap berada di area rata-rata pergerakan 20 hari (MA-20) dan belum menembus garis support utama pada tren jangka pendek. Meski demikian, pelaku pasar cenderung bersikap lebih berhati-hati menjelang sejumlah sentimen eksternal yang berpotensi memicu volatilitas.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah potensi keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat terkait kebijakan tarif peninggalan era Presiden Donald Trump. Putusan tersebut dijadwalkan keluar pada Selasa (20/1) dan berpotensi memengaruhi arah pasar global, termasuk aset berisiko seperti kripto.

Tekanan di pasar spot turut berdampak pada pasar derivatif. Dalam kurun 24 jam terakhir, total likuidasi di pasar kripto mencapai USD 659,58 juta. Mayoritas berasal dari posisi long senilai USD 583,61 juta, yang memengaruhi lebih dari 235 ribu trader. Kondisi ini mencerminkan banyak pelaku pasar sebelumnya masih bertaruh pada kelanjutan tren naik.

Dari sisi sentimen, indikator Fear & Greed Index menunjukkan pergeseran psikologis investor ke zona optimistis. Indeks tersebut kini berada di level 61 atau zona “Greed”, menandai kembalinya sentimen positif setelah sebelumnya tertahan di area fear dan netral sejak gelombang likuidasi besar pada Oktober lalu.

Di tengah koreksi jangka pendek, minat investor institusional terhadap Bitcoin tetap solid. Pekan lalu, ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk bersih sebesar USD 1,42 miliar, menjadi capaian mingguan tertinggi sejak awal Oktober. Arus dana terbesar tercatat pada pertengahan pekan, mencerminkan masih kuatnya kepercayaan institusi terhadap prospek jangka menengah Bitcoin.

Selain itu, CME Group juga memperlihatkan sinyal ekspansi di pasar aset digital. Bursa derivatif tersebut berencana meluncurkan kontrak berjangka untuk sejumlah altcoin utama, termasuk Cardano (ADA), Chainlink (LINK), dan Stellar (XLM) pada 9 Februari mendatang, dengan catatan telah mendapatkan persetujuan regulator di Amerika Serikat.

Untuk perdagangan hari ini, Bitcoin diperkirakan bergerak di rentang USD 92.000 hingga USD 94.000. Sementara itu, Ethereum diproyeksikan bergerak di kisaran USD 3.150 hingga USD 3.300, seiring pasar menanti katalis lanjutan. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait