telkomsel halo

Huawei ungkap 10 tren jaringan pengisian daya 2026

18:27:34 | 19 Jan 2026
Huawei ungkap 10 tren jaringan pengisian daya 2026
SHENZHEN (IndoTelko) Huawei mengungkapkan 10 tren utama industri jaringan pengisian daya (charging network) pada 2026 yang diproyeksikan membentuk arah perkembangan infrastruktur kendaraan listrik secara global.

Peluncuran tren tersebut dilakukan Huawei pada 16 Januari 2026. Dalam kesempatan itu, President Huawei Smart Charging Network Domain, Wang Zhiwu, memaparkan perkembangan industri dan inovasi teknologi yang dinilai akan menentukan masa depan jaringan pengisian daya, seiring percepatan elektrifikasi kendaraan penumpang hingga kendaraan niaga.

Huawei menempatkan pengembangan bermutu tinggi sebagai tren pertama yang menjadi fondasi infrastruktur pengisian daya ultracepat. Menurut perusahaan, tuntutan mutu tinggi mendorong pembaruan besar-besaran perangkat pengisian daya lama agar mampu memenuhi kebutuhan energi berbagai model kendaraan, termasuk pengembangan dari kota dengan pengisian ultracepat menuju kota dengan infrastruktur pengisian daya megawatt.

Tren kedua adalah pengisian daya ultracepat yang semakin komprehensif. Huawei memproyeksikan teknologi pengisian ultracepat tidak lagi terbatas pada kendaraan premium, tetapi akan digunakan secara luas di semua segmen. Penggunaan material semikonduktor daya generasi ketiga serta traction battery dengan C-rate tinggi turut mempercepat adopsi tersebut, termasuk pada kendaraan niaga.

Elektrifikasi logistik skala megawatt menjadi tren ketiga yang dinilai tak terelakkan. Huawei menilai peralihan dari bahan bakar minyak ke tenaga listrik akan meluas dari aplikasi terbatas menjadi adopsi lintas skenario, seiring peningkatan efisiensi biaya baterai dan kematangan teknologi pengisian daya megawatt.

Pada tren keempat, Huawei memprediksi kemunculan stasiun pengisian daya berskala 100 megawatt untuk mendukung operasional logistik bervolume tinggi. Infrastruktur ini dinilai mampu menciptakan efek klaster yang kuat berkat kombinasi keunggulan teknologi, tarif listrik yang kompetitif, dan skema penerapan yang mudah diperluas, sekaligus menjaga profitabilitas jangka panjang.

Aspek keamanan dan keandalan menjadi tren kelima. Huawei menekankan bahwa kendaraan niaga membutuhkan daya pengisian dan kapasitas sistem penyimpanan energi (ESS) yang lebih besar dibanding kendaraan penumpang. Oleh karena itu, arsitektur proteksi yang komprehensif dan fondasi keamanan siber yang kuat menjadi kebutuhan utama untuk melindungi manusia, kendaraan, dan perangkat pengisian daya.

Huawei juga menyoroti pengisian daya ultracepat berpendingin cairan sebagai tren keenam. Teknologi ini dinilai lebih andal dalam pembuangan panas dan perlindungan perangkat, sehingga mampu beroperasi di lingkungan ekstrem. Ke depan, teknologi pendingin cairan diperkirakan akan diterapkan secara luas pada kendaraan dan perangkat pengisian daya megawatt untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menekan biaya kendaraan secara keseluruhan.

Tren ketujuh adalah penerapan sistem ESS + pengisi daya berbasis DC. Solusi ini memungkinkan peningkatan kapasitas daya secara efektif dan membantu pembangunan stasiun pengisian daya ultracepat dengan biaya lebih rendah, termasuk di lokasi dengan keterbatasan daya jaringan listrik.

Pada tren kedelapan, Huawei menilai konstruksi stasiun pengisian daya modular akan semakin diminati. Desain modular mempermudah konstruksi dan pengujian perangkat, memungkinkan penerapan cepat, biaya lebih rendah, serta kemudahan relokasi, sekaligus menjaga nilai investasi jangka panjang.

Tren kesembilan adalah pengembangan campus microgrid melalui integrasi sistem PV dan ESS dengan teknologi pengisian ultracepat. Solusi terpadu ini memungkinkan operasi on-grid maupun off-grid, meningkatkan pemanfaatan energi hijau, serta membuka peluang pendapatan tambahan melalui arbitrase tarif listrik berbasis waktu pemakaian.

GCG BUMN
Sebagai tren kesepuluh, Huawei menempatkan dukungan kecerdasan buatan (AI) sebagai kunci evolusi jaringan pengisian daya. AI dinilai mampu meningkatkan kolaborasi antara jaringan listrik, stasiun pengisian daya, perangkat pengisian, dan kendaraan, sekaligus menghapus sekat data digital untuk menciptakan pengalaman pengisian daya yang lebih efisien.(ak)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories