telkomsel halo

Bitcoin menguat usai data inflasi AS keluar

06:48:00 | 18 Jan 2026
Bitcoin menguat usai data inflasi AS keluar
JAKARTA (IndoTelko) Harga Bitcoin (BTC) menguat dan sempat menyentuh level US$97.000 sebelum bergerak stabil di kisaran US$95.000US$96.000 pada Kamis (15/1), seiring rilis data inflasi Amerika Serikat periode Desember 2025 yang dinilai sesuai ekspektasi pasar.

Berdasarkan data Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS), inflasi tercatat naik 0,3% secara bulanan dan 2,7% secara tahunan. Sementara itu, inflasi inti tetap terkendali di level 0,2% month-on-month dan 2,6% year-on-year.

BLS mencatat kenaikan inflasi terutama dipicu sektor perumahan yang meningkat 0,4% secara bulanan. Kondisi tersebut memperkuat pandangan pelaku pasar bahwa tekanan inflasi masih berada dalam batas yang dapat dikelola.

Situasi inflasi yang relatif stabil dinilai membuka ruang bagi bank sentral AS, The Federal Reserve, untuk mempertahankan kebijakan suku bunga atau melonggarkannya jika diperlukan guna menjaga pertumbuhan ekonomi. Sentimen ini turut mendorong minat investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

Vice President Indodax, Antony Kusuma, mengatakan data inflasi yang sejalan dengan perkiraan membuat pergerakan pasar menjadi lebih tenang setelah fase konsolidasi yang cukup panjang. Menurutnya, berkurangnya ketidakpastian kebijakan moneter mendorong investor global mulai kembali melirik aset berisiko.

“Pelaku pasar kini cenderung menunggu arah kebijakan suku bunga The Fed sambil mencermati rilis data ekonomi lanjutan,” ujar Antony.

Dari sisi fundamental, penguatan Bitcoin juga didukung aksi beli institusi besar. Strategy Inc. dilaporkan menambah kepemilikan Bitcoin senilai lebih dari US$1 miliar pada awal 2026, yang menjadi pembelian terbesarnya sejak pertengahan tahun lalu.

Langkah tersebut semakin mengukuhkan posisi Strategy Inc. sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar dan turut mengangkat sentimen pasar, meskipun partisipasi investor ritel masih relatif terbatas.

Antony menambahkan, akumulasi berkelanjutan oleh institusi mencerminkan keyakinan jangka panjang terhadap Bitcoin sebagai aset dengan fundamental yang semakin kuat. Selain Bitcoin, sejumlah aset kripto utama seperti Ethereum dan Solana juga mencatatkan kenaikan.

Menurutnya, penguatan sejumlah aset kripto tersebut menandakan meningkatnya minat investor terhadap instrumen berisiko seiring meredanya tekanan makroekonomi. Meski demikian, Indodax mengingatkan pelaku pasar untuk tetap menerapkan manajemen risiko secara disiplin.

GCG BUMN
Antony juga menekankan pentingnya melakukan riset mandiri atau do your own research (DYOR), mengingat volatilitas masih menjadi karakter utama pasar aset kripto.(wn)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories