telkomsel halo

BTS berdiri, kawasan 3T di NTT go digital

08:15:00 | 29 Dec 2022
BTS berdiri, kawasan 3T di NTT go digital
JAKARTA (IndoTelko) - Keberadaan infrastruktur digital untuk kebutuhan telekomunikasi dan internet merupakan salah satu pilar utama percepatan tranformasi digital nasional. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan, saat ini pemerintah berupaya mempercepat pembangunan Base Transceiver Station (BTS).

Pemerintah memberikan perhatian ke masyarakat di daerah yang masih tertinggal dengan membangun BTS sekaligus pengembangan smart city dan pendampingan literasi digital.

Dalam kunjungan kerjanya ke Kantor Bupati Manggarai Timur, Lehong, Gurung Liwut, Kec. Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (22/12/2022), ia mengatakan, di Kabupaten Manggarai Timur sudah 53 BTS beroperasi dari 66 unit yang dibangun oleh Pemerintah.

“Dari 66 BTS yang dibangun, terdapat 53 BTS yang sudah on air. Masih tersisa 13 BTS yang masih berproses, itu akan diselesaikan paling lambat di kuartal pertama tahun 2023 sehingga nanti pembangunan BTS yang sudah selesai kita harapkan digunakan dengan baik,” katanya.

Ditegaskannya, pemerintah terus mendorong hilirisasi seiring dengan pembangunan dan pemerataan infrastruktur teknologi digital di seluruh tanah air.

BTS berdiri, kawasan 3T di NTT go digital

“Kita berharap pembangunan BTS 4G ini segera dapat mendorong efektivitas dan produktivitas masyarakat dengan melakukan aktivitas secara digital,” jelasnya

Ia mengharapkan pembangunan infrastruktur di Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat dapat diimbangi dengan pemanfaatan untuk e-commerce, edutech, healthtech hingga kota cerdas atau smart city.

Dikatakannya, Kominfo siap memberikan pendampingan. Pemanfaatan TIK di sisi hilir, salah satunya untuk menghasilkan kota yang cerdas. “Kami juga minta kepada pemda untuk mengambil bagian dalam program smart city dengan enam pilar utama yang menjadi dasar pelaksanaan program pengembangan kota cerdas, yaitu Smart Governance atau pemerintahan digital yang cerdas, smart infrastructure, smart economy, smart living, smart people, dan smart environment,” jelasnya.

Kementerian Kominfo juga menyiapkan upaya pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan literasi dan talenta digital. Sesuai dengan hasil Indeks Masyarakat Digital Indonesua tahun 2022, ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan melalui pelatihan digital bagi masyarakat.

“Jangan sampai apa yang dihasilkan ini hanya menjadi tontonan semata. Saya harapkan pelatihan yang diberikan Kominfo bisa diimplementasikan dengan baik, sehingga program smart city bisa bertumbuh dan berjalan,” tambahnya.

Ditekankannya arti penting kesungguhan pemerintah daerah dalam mewujudkan smart city. Hal itu dapat dilakukan dengan menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Ia pun meminta kepada pemerintah daerah agar pembangunan infrastruktur digital ini untuk digunakan untuk memberikan layanan pemerintahan berbasis elektronik sehingga birokrasi pemerintahan dan perizinan bisa berjalan dengan baik.

“Tidak saja Smart City, kami justru mendorong agar smart island dan villages juga dikembangkan. Jadi, selain smart city kita akan mengembangkan Smart Island dan Smart Villages atau pulau cerdas dan desa-desa cerdas,” katanya.

Kabel serat optik
Pada kesempatan itu, Menkominfo juga mengatakan pemerintah telah membangun lebih dari 600 kilometer jaringan kabel serat optik yang melintas provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat melalui Selat Sape di Manggarai Barat.

“Jaringan itu terhubung ke jalur internasional di Perth, Australia untuk kawasan Selatan Bumi,” ujarnya.

KemKominfo juga menyiapkan Satelit SATRIA-I dan Hot Backup Satellite untuk mendukung penyedian akses internet bagi sekolah maupun layanan kesehatan.

“Gateway atau stasiun buminya sudah hampir selesai dibangun di Pulau Timor, Kabupaten Kupang, Kecamatan Amfoang, yang akan melayani keseluruhan wilayah provinsi ini,” jelasnya.

Ia pun menyinggung Program Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia yang dilaksakanan pemerintah.

Menurut Menkominfo, program ini bertujuan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam membeli produk dalam negeri, mendorong kemampuan dan keahlian lokal serta mengembangkan karya seni dan kreasi lokal.

“Desa Wisata Golo Loni bisa menjadi ujung tombak artisan lokal, kreasi lokal, kuliner lokal, dan homestay. Kalau Desa Wisata Golo Loni menjadi desa wisata, desa ini akan punya penghasilan lebih tinggi dari dana desa. Seperti ini, karya unik dari bahan dasar bambu dan ramah lingkungan, keren sekali, harus menjadi model dan masih banyak lagi yang lain,” tuturnya ketika bersilaturahmi dengan masyarakat dalam kunjungan ke BTS di Desa Golo Loni, Manggarai Timur.

BTS berdiri, kawasan 3T di NTT go digital

Ia menjelaskan, Kementerian Kominfo menyediakan pelatihan digital yang bisa dimanfaatkan warga untuk mendorong pemasaran pariwisata Desa Golo Loni.

“Saya yakin desa ini akan bisa bertumbuh dengan baik nanti, jangan lupa agar kita juga punya talenta digital dan adanya program dari Kominfo untuk pelatihan digital. Tolong nanti diambil, agar terbentuk jaringan setidaknya jaringan pariwisata di Indonesia,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Menkominfo memberikan bantuan beberapa buah laptop untuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), SD Inpres Maras, dan Ibu-ibu PKK di Desa Golo Loni. Menteri Johnny mengharapkan visi Desa Golo Lini yang sejalan dengan kebijakan pemerintah yaitu Bangga Berwisata di Indonesia Aja dapat terwujud.

“Satu kegembiraan bagi saya bisa datang ke desa Golo Dengan melihat bagaimana energiknya penjelasan dari Kepala Desa Golo Loni Yohanes B. Okalung, visi di mana kepariwisataan juga didigitalisasikan. Saya yakin pemanfaatan infrastruktur TIK di desa ini akan bisa dilakukan secara optimal dan maksimal,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Desa Golo Loni Yohanes B. Okalung mengapresiasi dukungan Kementerian Kominfo ke Desa Golo Loni. Ia menjelaskan, saat ini terdapat empat jenis atraksi wisata andalan yaitu arung jeram, agrowisata sawah, kolam pancing, dan spot foto.

Ia menegaskan, keberadaan jaringan internet dapat mempermudah Kelompok Sadar Wisata untuk mempromosikan potensi wisata desa. “Digitalisasi sangat membantu kami. Sejauh ini sudah ada sejumlah wisatawan yang berasal dari Amerika, Jerman, Australia, hingga domestik. Mereka menginap sampai seminggu," kata Yohanes.

Hadir dalam acara itu, Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi untuk Badan Usaha BAKTI Kominfo Dhia Anugrah Febriansa, VP Network Partnership Management PT. Telkomsel Awal Chalik, Direktur Sales Konsorsium Fiber Home Telkom Infra MTD, perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, tenaga pendidik, siswa SD Negeri Inpres Maras, anggota kelompok sadar wisata, serta tetua adat Desa Golo Loni. (ak)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom DES
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Financial Analysis
Kinerja INTI mulai membaik