Hangry dapat investasi Rp188 miliar

11:42:50 | 04 May 2021
Hangry dapat investasi Rp188 miliar
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – Hangry mengumumkan pendanaan Seri A sebesar US$ 3 juta (setara dengan Rp 188 miliar) yang dipimpin oleh Alpha JWC Ventures, dengan partisipasi dari Atlas Pacific Capital, SALT Ventures, dan Heyokha Brothers. Dengan pendanaan terbaru ini, Hangry menargetkan ekspansi nasional pada tahun 2021 dan 2022.

Hangry adalah startup kuliner yang memiliki konsep cloud kitchen dan multi-brand. Didirikan pada tahun 2019 oleh Abraham Viktor, Robin Tan, dan Andreas Resha, Hangry memiliki misi untuk menyediakan berbagai pilihan makanan dan minuman yang lezat, mudah didapat, dan dengan harga yang terjangkau. Dengan model bisnis yang ringkas dan teknologi terkini, Hangry dapat menghadirkan pilihan berkualitas dengan harga terjangkau bagi konsumen di daerah perkotaan Indonesia.

Saat ini, Hangry memiliki beberapa merek ternama dengan menu beragam, seperti: Moon Chicken (ayam goreng ala Korea), San Gyu (masakan otentik Jepang), dan Ayam Koplo (ayam geprek dan berbagai hidangan ayam) - semua tersedia dengan harga terjangkau mulai dari Rp15.000 sampai dengan Rp70.000 per porsi. Hangry juga telah meluncurkan aplikasi daringnya yang memungkinkan pelanggan memesan dari brand-brand Hangry dalam satu kali pesanan. Selain itu, sajian Hangry juga dapat ditemukan di aplikasi pemesanan makanan lainnya seperti GoFood dan GrabFood.

Sebagai sebuah perusahaan rintisan, Hangry memiliki ambisi besar untuk dicapai: menjadi perusahaan kuliner global di tahun 2030, dimulai dengan menjadi perusahaan makanan dan minuman terbesar di Indonesia di tahun 2025. Pandemi yang sedang terjadi pun tidak mempengaruhi ambisi ini. Meskipun sempat mengalami tantangan di awal pandemi, Hangry berhasil bertahan dan berkembang di tengah tantangan perekonomian serta pembatasan sosial yang diterapkan pemerintah. Tahun lalu, Hangry berhasil membuka lebih dari 35 outlet dan tumbuh hingga 22x hanya dalam kurun waktu satu tahun.

“Tidak banyak brand makanan dan minuman global yang memiliki sajian yang benar-benar berkualitas, pun yang berasal dari Indonesia. Ini yang menjadi cita-cita kami. Kami mulai dari sebuah ruko kecil dan akan terus berkembang ke kota-kota besar di Indonesia lalu ke negara-negara Asia Tenggara. Dalam jangka panjang, Hangry ingin menjadi brand yang tumbuh bersama konsumen, hadir pada tiap momen mereka dan membuat momen tersebut menyenangkan. Hal ini pula yang membuat kami membangun banyak brand dan terus mengembangkan brand kuliner kami, sehingga kami dapat memenuhi perbedaan selera dan ketertarikan yang dimiliki pelanggan,” kata Co-founder & CEO Hangry Abraham Viktor.

Hangry menerima pendanaan institusional pertamanya sebesar US$3 juta (Rp 43 miliar) dari Alpha JWC Ventures dan Sequoia Capital melalui program akselerator Surge pada tahun 2020, dan tumbuh pesat sejak saat itu. Melalui pendanaan Seri A ini, Hangry akan meneruskan misinya dengan melakukan ekspansi membangun lebih dari 120 outlet secara keseluruhan, dengan target meluncurkan 20+ restoran dine-in di tahun 2021.

telkom sigma
“Konsep bisnis Hangry adalah multi-brand dan multi-channel untuk membawa banyak pilihan dengan berbagai jalan bagi konsumen. Karena itu, membuka restoran untuk makan di tempat memang sudah ada di dalam perencanaan kami selama ini, hanya saja kami tunda karena pandemi. Tahun lalu kami memutuskan untuk fokus dengan konsep cloud kitchen dan hal ini telah menjadi kunci kesuksesan Hangry. Kini, masyarakat sudah mulai siap untuk kembali beraktivitas normal, termasuk untuk makan ke luar, dan ini adalah waktu yang tepat untuk memperkenalkan restoran Hangry,” jelas Abraham.(ak)

Artikel Terkait