SiCepat raih investasi US$170 juta

08:56:07 | 08 Mar 2021
SiCepat raih investasi US$170 juta
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) - SiCepat berhasil menuntaskan babak pendanaan Seri B senilai US$170 juta. Aksi ini merupakan babak pendanaan Seri B terbesar di Asia Tenggara.

Para peserta babak pendanaan ini adalah Falcon house Partners, Kejora Capital, DEG (German Development Finance Institution), Perusahaan Asuransi yang Berbasis di Asia, MDI Ventures (by Telkom Indonesia), Indies Capital, Pavilion Capital (Temasek Holdings subsidiary), Trihill Capital dan Daiwa Securities.

"Babak pendanaan ini didesain untuk terus memperkuat posisi SiCepat sebagai penyedia jasa logistik terpadu yang terkemuka di Indonesia. Lewat babak pendanaan ini, SiCepat juga berpotensi untuk menjajaki ekspansi ke sejumlah pasar lain di Asia Tenggara. Kami lebih siap mendukung dan membantu jutaan UKM dan usaha-usaha lokal agar mereka tak hanya bisa bertahan, namun juga berkembang di momen yang penuh tantangan," kata Pendiri dan CEO induk usaha Onstar Express The Kim Hai.

SiCepat kini menyediakan sejumlah layanan seperti Last-mile, Warehousing & Fulfillment, Commerce-Enabling Services, Online Distribution, dan Middle-Mile Logistics. Dengan portofolio layanan yang istimewa, SiCepat dinilai sebagai salah satu dari sedikit pelaku industri logistik di Indonesia yang menyediakan jasa logistik terpadu di era ekonomi baru, yakni mampu melayani e-commerce dan social commerce.

Managing Partner, Kejora Capital, juga menjabat Director, SiCepat Sebastian Togelang, sangat optimis bahwa segmen pasar tersebut menciptakan berbagai peluang pertumbuhan menarik.

"Pasar eCommerce Indonesia bernilai US$32 miliar pada 2020, sementara, CAGR lima tahunan diperkirakan sebesar 21%. Dengan demikian, nilai pasar eCommerce kelak mencapai US$82 miliar pada 2025. Kami meyakini, SiCepat berada di posisi ideal untuk melayani para pelanggan dari kalangan perusahaan e-commerce raksasa hingga pelaku sektor social commerce yang tengah berkembang pesat. Kedua segmen ini memiliki kontribusi 25% terhadap ekonomi digital commerce," katanya.

SiCepat dirintis pada 2014 sebagai perusahaan jasa logistik yang menyediakan layanan last-mile bagi gerai-gerai social commerce di Indonesia. Sejak itu, SiCepat telah memperluas layanan last-mile untuk melayani beberapa platform e-commerce terbesar di Indonesia. Baru-baru ini, SiCepat telah mengonsolidasikan aset-aset logistik utamanya, dari pergudangan, pusat penanganan barang (fulfillment), dan e-Distribution, guna menghadirkan rangkaian jasa logistik yang lengkap.

telkom sigma
SiCepat telah menghasilkan laba, dan mampu menangani lebih dari 1,4 juta paket per hari pada 2020. Hanya beberapa tahun setelah beroperasi di segmen ini, SiCepat telah menjadi salah satu pemain terkemuka di antara kalangan penyedia jasa logistik last mile.(ak) 

Artikel Terkait