telkomsel halo

Ini rencana Kominfo untuk 5G

08:30:28 | 14 Dec 2020
Ini rencana Kominfo untuk 5G
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) - Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan akan fokus pada uji coba terkait kemungkinan koeksistensi antara jaringan 5G dan Fixed Satellite Service (FSS) untuk digunakan di pita 3,5 GHz untuk mempercepat alokasi spektrum bagi teknologi tersebut.

"Langkah ini dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan spektrum frekuensi 2.047 MHz dalam pemanfaatan jaringan seluler broadband, baik 4G maupun 5G di semua lapisan pada 2024," jelasnya.

Selain spektrum, pemerintah berencana memanfaatkan microwave link secara optimal. “Ini karena frekuensi e-band yang sangat tinggi (70-80 GHz) dan v-band (60 GHz) dapat melayani backhaul berkapasitas tinggi untuk layanan broadband,” ujarnya.

Microwave link menjadi opsi kedua setelah kabel serat optik atau fiber. Penerapan jaringan 5G akan memakan belanja modal yang besar, khususnya untuk penyediaan small-cell densification 5G dan ekosistem digital yang canggih. Pemerintah mengatur perihal berbagi infrastruktur telekomunikasi pada Undang-undang atau UU Omnibus Law Cipta Kerja.

“Ini akan menciptakan efisiensi akhir yang digabungkan dengan pangsa pasif. Berbagi ini berlaku untuk infrastruktur dan jaringan aktif,” katanya.

Diungkapkannya, ibu kota negara yang baru menjadi kandidat terbaik dan potensial untuk menerapkan 5G pertama di Tanah Air.

"Beberapa kawasan industri dan area publik dengan lalu lintas tinggi juga dimungkinkan mengadopsi 5G,” ujar Johnny.

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Ismail menyatakan, belum dapat menjamin 5G tersedia dalam tiga tahun.

“Itu tergantung kesiapan banyak hal seperti ekosistem, penggunaan (usecase) dan monetisasi, frekuensi, dan lainnya,” katanya.

Ismail menyebut ada empat tantangan yang harus diatasi dalam pengembangan 5G di Indonesia. Pertama, fiberisasi kabel atau upaya memodernisasi jaringan dengan cara menghubungkan BTS melalui jalur fiber. Untuk itu, perangkat BTS harus diperbarui. Selain itu, peranti pengirim sinyal gelombang mikro (microwave) pada kabel diubah menjadi fiber optik. Tanpa fiberisasi, kecepatan internet dengan penerapan 5G tidak akan maksimal.(ak)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year