Otoklix raih pendanaan US$2 juta

03:05:14 | 06 Dec 2020
Otoklix raih pendanaan US$2 juta
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – Otoklix, solusi digital online-to-offline untuk layanan aftermarket otomotif, mengumumkan pendanaan dengan jumlah total lebih dari US$2 juta.

Termasuk ke dalam pendanaan ini adalah pendanaan putaran terakhir yang dipimpin oleh Surge, program milik Sequoia Capital India.

Otoklix adalah salah satu startup terpilih dalam kelompok Surge yang keempat -- diadakan sebanyak dua kali dalam setahun, Surge adalah sebuah program percepatan yang ditujukan untuk perusahaan startup di Asia Tenggara dan India.

Tergabung sebagai rekan investor pendanaan kali ini adalah GK Plug and Play, Kenangan Investment Fund 1 - founder Kopi Kenangan, Lentor Ventures, Noble Star Ventures dan Andree Susanto, founder Waresix sebagai angel investor.

Didirikan pada tahun 2019, Otoklix memiliki misi untuk menjembatani kesenjangan antara pemilik kendaraan dan industri bengkel umum Indonesia yang terfragmentasi, mentransformasi pengalaman perawatan kendaraan untuk konsumen dan memperlengkapi bengkel-bengkel dengan meningkatkan visibilitas mereka, penyediaan solusi bisnis melalui software, serta penghematan biaya pengadaan.

Di Indonesia, perawatan dan perbaikan mobil dapat menjadi sebuah proses yang panjang dan rumit. Penggunaan jasa dealer resmi membutuhkan biaya yang tinggi, ditambah dengan antrean panjang, sedangkan perbaikan mobil di bengkel-bengkel umum justru memiliki risiko penipuan, minimnya standarisasi produk dan layanan after sales yang buruk. Kendati menguasai 80% total pasar di Indonesia, kebanyakan bengkel umum masih memproses transaksi dengan cara tradisional yang memakai kertas dan pulpen, dan terbatas dengan potensi pertumbuhan dan margin.

Bagi para pemilik kendaraan, aplikasi mobile Otoklix menyederhanakan usaha perawatan kendaraan, memungkinkan pengguna untuk membuat reservasi layanan dari bengkel umum terdekat, serta mendapatkan harga dan pelayanan yang terstandarisasi. Para pemilik mobil juga mendapatkan garansi untuk setiap transaksi di bengkel mitra Otoklix, serta dapat melacak riwayat perbaikan dan perawatan kendaraan mereka melalui aplikasi tersebut.

Sementara untuk bengkel-bengkel umum, Otoklix menyediakan solusi Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM) dan Manajemen Rantai Pasokan (SCM) guna meningkatkan penghasilan, margin keuntungan dan efisiensi operasional. Bengkel-bengkel juga dapat lebih menghemat biaya pengadaan barang dan suku cadang dengan menyelaraskan pembelian mereka secara langsung dari produsen ke bengkel-bengkel.

Dengan lebih dari 100 anggota bengkel aktif dan 10.000 mobil yang diservis setiap bulannya, Otoklix siap memimpin transformasi industri aftermarket otomotif Indonesia yang diperkirakan akan mengalami pertumbuhan hingga US$15 miliar pada tahun 2025.

“Kondisi industri aftermarket otomotif Indonesia yang cukup terfragmentasi memunculkan kesulitan bagi para konsumen karena kurangnya transparansi informasi - di sisi yang sama, industri tersebut juga merupakan sebuah pasar berpotensi besar yang seringkali diremehkan. Belajar dari pasar Amerika Serikat, mobilitas bersama mampu meningkatkan pengeluaran industri aftermarket sebesar 150% dan hal ini menginspirasi kami untuk masa depan industri aftermarket otomotif Indonesia. Misi kami adalah untuk membantu bengkel umum melalui proses yang terstandarisasi, membuat layanan perawatan otomotif lebih tersedia dan lebih mudah bagi komunitas yang lebih luas,” kata co-founder Otoklix Martin Suryohusodo.

Kendati pandemi COVID-19, Otoklix mampu meningkatkan pendapatan sampai dengan sebesar 13 kali lipat dengan jumlah pelanggan sebanyak 40 kali lipat sejak April hingga Oktober 2020.

“Berkat Otoklix, rata-rata ada sekitar lima hingga sepuluh mobil ke bengkel saya setiap harinya, penghasilan saya menjadi bertambah karena jumlah totalnya tergantung pada jumlah mobil yang saya servis per hari. Sekarang, saya mendapatkan tambahan penghasilan sebesar Rp200,000 setiap harinya yang telah berdampak positif kepada standar hidup saya,” kata Zul, seorang montir dari sebuah bengkel mitra Otoklix di Jakarta Selatan.

Dengan pendanaan dari program Surge milik Sequoia Capital India, Otoklix menargetkan memiliki 500 mitra bengkel dengan 100.000 mobil yang diservis per bulan, dan 75% bagian pendapatan dari total pengadaan barang dan suku cadang oleh bengkel-bengkel mitra pada Desember 2021.

telkom sigma
Otoklix berada pada lintasan pertumbuhan untuk menjadi jaringan layanan aftermarket terbesar dan paling terpercaya di Indonesia, dengan 20 juta mobil yang akan menjadi bagian pasar aftermarket otomotif dalam lima tahun ke depan.(ak)

Artikel Terkait