Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

UMKM harus lawan Covid-19 dengan Go Digital

05:27:15 | 22 Jun 2020
UMKM harus lawan Covid-19 dengan Go Digital
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) harus masuk ke pasar digital guna melawan dampak pandemi Covid-19.

"Pandemi mendorong terjadinya perubahan pola konsumsi barang dan jasa dari offline ke online. Digitalisasi menuju industri 4.0 ini menjadi sebuah kebutuhan. Dalam situasi new normal ada beberapa potensi yang bisa didorong,” tutur Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sebuah Webinar.

Dalam paparannya, Menko Airlangga juga menunjukkan bahwa adanya peningkatan pada pemanfaatan teknologi digital yang tercermin dari peningkatan trafik sekitar 15-20%. Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memberikan kenaikan pada pemanfaatan e-learning, eCommerce, literasi digital, permintaan delivery, dan kebutuhan alat kesehatan/kebersihan.

“Kita melihat bahwa bisnis online pada beberapa bulan terakhir mengalami peningkatan. Yaitu pada e-grocery, produk kecantikan, fashion, dan pengiriman barang,” ujar Menko Airlangga.

Bisnis e-grocery, produk kecantikan, dan fashion diestimasi mengalami peningkatan pada tahun 2020. Namun peningkatan signifikan akan dialami oleh e-grocery. Selain itu, pengusaha logistik juga mengalami peningkatan yang masif. Pada April 2020 pengiriman barang meningkat sebesar 35%.

Potensi nilai ekonomi digital hingga akhir tahun pun diprediksi mencapai US$35 miliar, dan berlanjut hingga mencapai US$101 miliar pada 2025. Saat itu, marketplace diyakini akan memiliki presentasi model bisnis yang seimbang antara C2C dan B2C.

Menko Airlangga juga menunjukkan bahwa seiring dengan new normal, akan banyak pula pebisnis yang terjun pada bisnis online. “Tentu ini harusnya menjadikan kita percaya diri untuk masuk dalam digital ekonomi,” tutur Airlangga.

Melihat potensi ini, Pemerintah bersama pelaku digital memberi dukungan konkret bagi para pelaku UMKM online untuk menampilkan produknya melalui Gerakan #BanggaBuatanIndonesia.

“Kampanye ini dilakukan agar bukan hanya platform-nya yang digital, tetapi diharapkan produk UMKM juga bisa bertambah. Dalam waktu yang sangat singkat yaitu 14 Mei—9 Juni ada 301.115 UMKM baru yang bertransformasi ke digital,” kata Airlangga.

Optimis
Pada kesempatan lain, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengungkapkan optimistisme pelaku UMKM akan melakuan transformasi dan migrasi menuju ke pasar online.

"Kita bisa sukses untuk mempercepat transformasi digital dan mengajak UMKM untuk bertrasformasi serta bermigrasi dari offline ke online, dari pasar fisik ke pasar-pasar digital, dan eCommerce Indonesia bertumbuh dengan baik karena memang saatnya sekarang adalah saat digital," paparnya. 

Johnny menyebutkan ada tiga tantangan yang dihadapi pelaku UMKM bertransformasi memasarkan produk secara offline menjadi berjualan online. "Ketiga tantangan tersebut yaitu dari sisi produksi, distrubusi, dan konsumsi," tuturnya.

Dari sisi produksi, selama ini sisi produksi itu menjadi tantangan agar para pelaku UMKM bisa menghasilkan produk-produk yang secara kualitas itu baik dan bisa bersaing di pasar.

“Ini tantangan kita di sisi produksi, di situ juga harus cepat supply bahan bakunya. Kita perlu memastikan juga kontinuitas daripada produksi sendiri. Jadi, kalau sudah memenuhi standar kualitas, secara kontinyu berlangsung terus-menerus produksinya bisa berjalan,” paparnya.

Paket Semangat Kemerdekaan
Tantangan yang kedua, ada di sisi distribusi. Bagaimana barang hasil produksi itu bisa di-delivery tepat waktu karena masyarakat butuh ketepatan waktu dan kecepatan.

“Saat ini, logistik dalam negeri kita tentu sudah jauh lebih baik dari sebelumnya sehingga akan memudahkan pergerakan barang dari satu titik ke titik yang lain,” ujarnya.

Kemudian, sisi yang ketiga adalah di sisi konsumsi. Sekarang ini merek-merek memiliki kendala sendiri di negaranya masing-masing. Tetapi, kini justru harus menjadi kekuatan gerakan masyarakat Indonesia untuk merubah cara berpikirnya bahwa branded itu bukan produksi asing.(wn)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom Digital Solution
Kuota Ketengan
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Kuota Ketengan