Paket Phoenix
Paket Phoenix
telkomsel halo

Cara tradisional tak bisa diandalkan kelola bandara

08:56:03 | 13 Jan 2020
Cara tradisional tak bisa diandalkan kelola bandara
Muhammad Awaluddin
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - PT Angkasa Pura II (AP 2) menegaskan bandar udara (Bandara) tak bisa lagi dikelola dengan cara-cara tradisional di era digital.

“Digitalisasi dalam pengelolaan bandara tak bisa ditolak, bandara tidak bisa dikelola dengan cara-cara tradisional lagi. Bandara bisa diibaratkan sebagai penghubung semua kegiatan ekonomi, jadi kalau ada istilah Internet of Things (IoT), besok akan ada  Airport of Things”, ujar President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, kemarin.

Dikatakannya, AP 2 menerapkan digitalisasi bandara melalui konsep Smart Airport guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasional, layanan, mau pun pengembangan bisnis non-aeronautika.

"Layanan dan bisnis yang didukung implementasi digitalisasi ini membuat PT Angkasa Pura II menjadi The Leading Indonesia’s Airport Company,” katanya.

Pada 2020 – 2024, Angkasa Pura II berupaya meningkatkan level sektor kebandarudaraan nasional dengan mulai mengimplementasikan penggunaan teknologi mutakhir seperti artificial intelligence, internet of things, big data analytics, roboting, automation, virtual reality hingga augmented reality.

Memasuki tahun 2020, Perseroan menetapkan brandline baru yakni The Leading Indonesia’s Airport Company.

Brandline ini selalu ditampilkan berdampingan dengan logo perusahaan yaitu Sky City atau dunia tanpa batas, yang terdiri dari simbol bola dunia PT Angkasa Pura II.

Adapun brandline The Leading Indonesia’s Airport Company ini berangkat dari berbagai pencapaian dan prestasi PT Angkasa Pura II pada 2016 – 2019, periode di mana perseroan menjalankan Corporate Transformation 1.0 yang fokus pada culture transformation termasuk juga mencakup penyediaan digitalisasi di sektor pelayanan, operasional, dan pengembangan bisnis kebandarudaraan.

Pencapaian pada 2019 misalnya adalah 22 penghargaan Airport Service Quality dari Airport Council International (ACI), masuknya Bandara Soekarno-Hatta sebagai Top 40 World’s Best Airport in The World dan Top 10 Best Airport Staff in Asia, serta keberhasilan meraih 1 Gold dan 2 Bronze pada Asia-Pacific Stevie Awards.

Di samping penghargaan berskala global itu, PT Angkasa Pura II juga berhasil mencapai target operasional di sejumlah bandara seperti Terminal Baru Bandara Tjilik Riwut, Terminal 2F Soekarno-Hatta sebagai Terminal Internasional Low Cost Carrier (LCC), Runway 3 dan East Connection Taxiway di Bandara Soekarno-Hatta, Airport Learning Center dan sebagainya.

Pada 2019, PT Angkasa Pura II juga menandatangani perjanjian kerja sama untuk mengoperasikan dan mengembangkan 3 bandara pemerintah dalam bentuk Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Negara yaitu untuk Bandara Fatmawati Soekarno di Bengkulu, Bandara Radin Inten II di Lampung, dan Bandara HAS Hanandjoeddin di Belitung.

Kinerja PT Angkasa Pura II pun diakui Forum Ekselen BUMN (FEB) Kementerian BUMN pada 2019. Forum  memberikan predikat Industry Leader ke PT Angkasa Pura II menyusul pencapaian skor 681,00 dalam Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) BUMN, yang mengukur performa aspek keuangan dan non keuangan untuk 114 BUMN.

Kinerja 2020
Tahun ini cukup penting bagi PT Angkasa Pura II karena merupakan awal dari dimulainya Corporate Strategic Transformation 2.0. Perseroan akan memanfaatkan berbagai potensi guna meraih peluang untuk membentuk pondasi yang kokoh dalam menyongsong era baru kebandarudaraan nasional

Pada 2020, PT Angkasa Pura II menargetkan pendapatan Rp12,8 triliun atau meningkat 34% dibandingkan dengan prognosa 2019. Adapun laba bersih pada 2020 diproyeksikan lebih dari Rp3 triliun dengan EBITDA Rp5,3 triliun.

“Pendapatan pada tahun ini dikontribusikan dari bisnis aeronautika Rp6,26 triliun, dan non-aeronautika Rp6,54 triliun yang didalamnya sudah termasuk pendapatan kargo. Jadi, pertama kalinya mulai di tahun 2020 ini kontributor pendapatan terbesar PT Angkasa Pura II berasal dari bisnis non-aeronautika yaitu sebesar 51%,” ungkap Muhammad Awaluddin.

Konsep pengelolaan portofolio perusahaan juga sudah mulai dikembangkan tidak hanya bertumpu pada core business saja tapi sudah masuk ke adjacent business (beyond the core). Implementasi dari konsep ini adalah mengutilisasi secara maksimal revenue eksisting dalam bentuk “multi-sided” revenue stream, seperti : digital business, big data, transportation platform system, dan lain lain.

Target-target tersebut dapat dicapai dengan juga memaksimalkan sinergi anak usaha melalui penerapan corporate parenting strategy dalam bentuk strategic control pada Angkasa Pura II Group dalam hal ini di PT Angkasa Pura Propertindo, PT Angkasa Pura Kargo, PT Angkasa Pura Aviasi, PT Gapura Angkasa, dan PT Angkasa Pura Solusi beserta dua anak usahanya yaitu PT Angkasa Pura Solusi Integra dan PT Angkasa Pura Sarana Digital.

“Seluruh anak usaha ditargatken meraih pendapatan Rp3,4 triliun atau sekitar 26,7% dari total pendapatan 2020,” ungkap Muhammad Awaluddin.

Sementara itu dari sisi operasional, PT Angkasa Pura II memproyeksikan jumlah penumpang pesawat seluruh bandara yang dikelola mencapai 93,92 juta penumpang atau naik sekitar 4,3% dibandingkan dengan tahun lalu.

Pergerakan pesawat diproyeksikan mencapai 771.940 atau naik 4,2%, dan pengelolaan kargo naik 4,2% menjadi 802.177 ton.

Di sisi layanan, PT Angkasa Pura II mengoptimalkan layanan berbasis digital yang sudah ada mau pun berbagai inovasi ke depan dengan Bandara Soekarno-Hatta sebagai tempat pengembangan berbagai platform digitalisasi itu.

Paket Phoenix
Tidak kalah penting juga, Angkasa Pura II terus mengoptimalkan peran Bandara Soekarno-Hatta sebagai Pintu Gerbang Utama Indonesia, atau The Gate of Indonesia. Konsep besarnya sendiri adalah Bandara Sebagai Pusat Seni dan Budaya Indonesia (Airport as Art, Culture and Tourism Hub).

“Salah satunya menjadikan Soekarno-Hatta sebagai tempat untuk memperkenalkan berbagai nuansa seni dan budaya Nusantara, serta ikon yang dimiliki di sejumlah daerah. Kami berharap masyarakat dapat semakin mencintai Tanah Air dan dunia internasional semakin mengetahui kekayaan seni dan budaya Indonesia,” katanya.

PT Angkasa Pura II menargetkan peringkat Soekarno-Hatta dapat membaik hingga masuk ke jajaran 30 besar bandara terbaik di dunia.(ad)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom Digital Solution
Kuota Ketengan
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Kuota Ketengan