Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

Fitur ini bikin LinkAja percaya diri lawan GOPAY dan OVO

14:34:09 | 05 Jul 2019
Fitur ini bikin LinkAja percaya diri lawan GOPAY dan OVO
Manajemen LinkAja
telkomsat
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Persaingan di layanan uang elektronik (e-money) kian panas dengan resmi diluncurkannya LinkAja pada Minggu, (30/6).

Jika selama ini posisi tiga besar di pasar e-money dikuasai GOPAY, OVO, dan T-Cash. 

Seiring kehadiran LinkAja yang notabene merupakan penggabungan T-Cash dengan sejumlah e-Money milik bank pelat merah seperti Mandiri, BTN, BNI, dan BRI serta dukungan jaringan ritel dari Pertamina dan Telkomsel tentu saja bisa menjadikan peta persaingan berubah.

"Kalau dilihat positioning dari LinkAja itu beda dengan GOPAY, OVO atau Dana. Itu bisa dilihat dari fitur dan use case yang ditawarkan," ungkap CEO LinkAja Danu Wicaksana, kemarin.

Menurut Danu, GOPAY dan OVO banyak bermain di layanan ride sharing, pengiriman makanan, e-commerce, atau retail merchants. Sementara LinkAja bermain di small denom air time, public transport, pembelian BBM dan elpiji, hingga retail merchants.

LinkAja, ditargetkan akan mempunyai 44 juta pengguna hingga akhir tahun 2019 mendatang. Angka tersebut berjumlah dua kali lipat dari pengguna LinkAja saat ini yang mencapai 22 juta pengguna. Saat ini rata-rata nilai transaksi LinkAja mencapai Rp1 miliar per hari

"Segmen food and beverage sebenarnya porsinya sedikit sekali di kami, cuma sekitar 15%. Yang besar justru dari payment point online bank untuk pembelian pulsa, data, token listrik, dan bahan bakar," katanya.

Danu menambahkan, pembeda lainnya LinkAja dengan kompetitor adalah mampu berada di pelosok desa sehingga nantinya tidak akan terkonsentrasi di pusat kota saja.Tak berhenti di sana, LinkAja juga memperluas jangkauan dengan masuk ke bisnis remitansi. Dengan LinkAja, pekerja migran Indonesia yang berada di luar negeri dapat bertransaksi melalui platform LinkAja.

Beberapa negara yang menjadi bidikan pasar bisnis remitansi LinkAja, yaitu Singapura, Malaysia, Taiwan, dan Hong Kong. "Jadi, kami ini bukan hanya e-Money. Kita ini super e-Money," selorohnya.

Andalan 
Chief Marketing Officer (CMO) LinkAja Edward Kilian Suwignyo mengungkapkan dua fitur yang menjadi andalan dari LinkAja dimana tak bisa diimbangi pesaingnya yakni tarik tunai di ATM tanpa kartu dan pembayaran akses tol dengan RFID.

"LinkAja bisa tarik tunai di ATM tanpa harus pakai kartu. Ini sangat menarik," kata Pria yang akrab disapa Kiki itu.

Telkom Marketing 2
Fitur lainnya adalah stiker Radio Frequency Identification (RFID) untuk masuk jalan tol, dimana dengan kecepatan 30 Km/jam bisa akses ke jalan bebas hambatan.

"Sementara ini sedang trial di 20 titik di tol Jakarta, targetnya akhir tahun ini ada di 200 titik untuk Jakarta. Kalau di Tol Bali Mandara sudah jalan," katanya.

Angkasa Pura 2
Dalam pembayaran tol ini, skemanya pengguna harus mengunduh aplikasi Flow, setelah itu menjadikan LinkAja sebagai source of fund untuk aplikasi itu. "Kedepan kita mau pairing antara nomor stiker RFID dan flow, jadi cukup di LinkAja semua bisa masuk tol tanpa harus tunggu buka gerbang. Ini akan menjadi killing feature," katanya.(id)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma