Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

Cara Metrodata hadapi Revolusi Industri 4.0

09:13:13 | 07 Sep 2018
Cara Metrodata hadapi Revolusi Industri 4.0
Presiden Direktur Metrodata Electronics Susanto Djaja.(dok)
telkomsat
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) — PT Metrodata Electronics Tbk (Metrodata) kembali menggelar kegiatan tahunan yaitu Metrodata Solution Day 2018 (“MSD2018”) dengan tujuan utama untuk mengedukasi pasar khususnya masyarakat Teknologi Informasi (TI) Indonesia.

Ajang ini juga dijadikan untuk memamerkan solusi terkini yang ditujukan bagi pelanggan dimana Metrodata fokus pada 8 pilar solusi: Cloud Services, Digital Business Platform, Big Data & Analytics, Security, Consulting & Advisory Services, Managed Services, Hybrid IT Infrastructure, dan Business Application.

Didukung tema Industry 4.0: Digital Revolution karena berada di jantung transformasi menyeluruh dari rantai nilai (Value Chain).

Penciptaan kembali secara digital yang sukses akan melibatkan penggambaran ulang secara mendasar bagaimana sebuah organisasi beroperasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Industry 4.0 mendigitalkan dan mengintegrasikan proses secara vertikal di seluruh organisasi, dari pengembangan produk dan pembelian, melalui manufaktur, logistik dan layanan.

Semua data yang mencakup proses operasi, proses efisiensi dan manajemen kualitas, termasuk rencana operasi tersedia secara tepat waktu, didukung oleh augmented reality (realitas tambahan) dan dioptimasikan dalam sebuah jaringan terintegrasi.

Kekuatan teknologi digital telah membuat dislokasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, mengubah bisnis secara mendasar.

Industri telah mengalami empat gelombang besar revolusi. Revolusi industri pertama terjadi sebagai akibat penemuan mekanisasi, dengan tenaga penggerak berupa air ataupun uap. Revolusi industri kedua ditandai dengan kehadiran listrik yang mampu menciptakan produksi masal dengan konsep perakitan komponen.

Revolusi industri ketiga timbul karena produksi manufaktur dengan mudah dikontrol secara otomatis lewat komputer,menjadikan produksi makin efisien.

Dan industri 4.0 ditandai dengan sistem fisik-siber yang dimungkinkan dengan bersinerginya tiga kekuatan: Internet of Things (IoT), Cloud Computing, dan Cognitive Computing.

Industry 4.0 juga dikenal sebagai manufaktur cerdas, karena seluruh rantai proses otomasi produksi dikontrol lewat Artificial Intelligence (AI) yang tersusun atas algoritma rumit yang (berusaha) meniru kecerdasan manusia.

Tema Industry 4.0: Digital Revolution ini juga sejalan dengan inisiatif pemerintah d alam membuat peta jalan Making Indonesia 4.0 yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo April 2018 lalu.

Presiden Direktur Metrodata Electronics Susanto Djaja mengatakan perkembangan TI saat ini terlihat luar biasa cepat, berbagai aplikasi dapat dengan mudah ditemukan dan diunduh melalui teknologi Cloud Services dan Digital Business Platform.

Telkom Marketing 2
"Saat memasuki Industry 4.0, kita harus secepat mungkin memulai memetakan dan melaksanakan revolusi digital, jika tidak maka kita akan tertinggal jauh. Sekarang atau tidak sama sekali. Revolusi Digital ini adalah keniscayaan, sudah banyak yang memulai, dan infrastruktur Indonesia sudah jauh lebih siap. Sedangkan tantangannya adalah kompetisi makin terbuka, bagaimana membuka peluang pasar, bisa beradopsi dengan generasi milenial ,” ujarnya kemarin.

Menurut Managing Director, Dell EMC Indonesia Catherine Lian, perubahan besar dalam dinamika bisnis yang semakin cepat, data yang dihasilkan dan kesiapan akses teknologi dalam hidup kita, adalah ciri khas dari revolusi industri keempat. Bagi perusahaan, transformasi digital kini menjadi sesuatu yang sangat penting untuk dilakukan.

Angkasa Pura 2
“Transformasi digital kini bukan lagi opsional seiring meningkatnya penggunaan analitik data, semakin banyaknya produk yang lebih cerdas yang menggunakan software dan sensor, serta analitik yang diperlukan untuk mempertahankan siklus yang diterapkan para pemimpin pasar dan provokator. Jadi, bagi perusahaan, pilihannya adalah menjadi provokator perubahan status quo atau terganggu oleh mereka yang mengadopsi teknologi digital,” katanya.(wn)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma