Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

Pusat inovasi Apple akan hasilkan ratusan developer

12:14:48 | 08 May 2018
Pusat inovasi Apple akan hasilkan ratusan developer
Menkominfo Rudiantara dan Menperin Airlangga Hartarto di Pusat Inovasi Apple Indonesia.(Foto: Kominfo)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengharapkan pusat inovasi yang dibangun PT Apple Indonesia mampu menghasilkan ratusan pengembang aplikasi (Developer) setiap tahunnya.

“Hadirnya pusat inovasi yang dibangun oleh Apple ini, ditargetkan mampu menghasilkan sebanyak 200 developer per tahun untuk setiap pusat inovasi. Diharapkan, para developer ini dapat memberikan  manfaat di tengah perkembangan era revolusi industri 4.0 di Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Peresmian Fasilitas iOS Developer Academy di BSD City, Tangerang, Senin (7/5).

Pusat inovasi di Tangerang dengan luas 1500 m2 ini merupakan fasilitas inkubator untuk pengembangan aplikasi Apple yang pertama di Asia dan ketiga di dunia setelah Brasil dan Italia. Pada tahap awal, Apple Developer Academy Indonesia ini baru menerima 75 orang siswa. Seluruhnya merupakan hasil kerja sama dengan Universitas Bina Nusantara (Binus).

“Sekarang baru pre-launch, nanti grand launch di bulan Juni. Lokasi berikutnya, di Pulau Jawa tetapi di luar wilayah Jabodetabek serta akan mendirikan di luar Jawa,” ungkapnya.

Airlangga menyatakan, setelah semua beroperasi penuh, siapa pun bisa berkesempatan mendaftar di sekolah ilmu pemrograman khusus ekosistem aplikasi Apple tersebut atau terbuka untuk umum. Bahkan masuk di sekolah ini gratis alias tanpa dipungut biaya serta dapat beasiswa. “Dan bagusnya lagi, di sistem akademi Apple ini, pemegang hak patennya adalah para student,” tegasnya.

Menteri Airlangga menyampaikan, untuk memenuhi ketentuan regulasi mengenai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), PT. Apple Indonesia memilih skema penghitungan TKDN berbasis pengembangan inovasi.

“Untuk membangun tiga pusat inovasi, total investasi mereka senilai US$44 juta dalam jangka waktu tiga tahun sejak 2017,” ungkapnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menambahkan, kehadiran akademi Apple ini tidak akan bersaing langsung dengan developer lokal. “Karena menggunakan basis sistem pengajaran iOS. Tahap awal memang dengan Universitas Binus, tetapi berikutnya untuk semua orang,” jelasnya.

Rudiantara menambahkan, PT Apple Indonesia bakal mendatangkan mentor ilmu pemrograman dari berbagai belahan dunia untuk mengajar siswa-siswi di Indonesia. “Mentornya nanti dari berbagai regional Apple, ada yang dari Brasil, Italia, Cupertino dan lainnya,” ujarnya.

Kelas di Apple Developer ini mencakup Objective-C dan Swift. Swift adalah bahas pemrograman dari Apple yang diciptakan untuk membuat aplikasi untuk iOS, Apple TV dan Apple Watch.

Komunitas pengembang iOS di Indonesia semakin tumbuh hingga lebih dari 50 persen selama dua tahun terakhir. Data Apple menunjukkan, pada tahun 2017, pengembang iOS seluruh dunia menghasilkan pendapatan sebesar USD26,5 miliar.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan ekonomi digital pada masa mendatang akan menjadi sumber utama perekonomian Indonesia. Oleh karena itu ia mengharapkan generasi muda Indonesia dapat menyiapkan keterampilan agar bisa memanfaatkan ekonomi digital.

"Saya berharap generasi muda bisa mendukung ekonomi digital Indonesia semakin maju salah satunya melalui kelas-kelas pengembang aplikasi," katanya.

Secara khusus Menteri Kominfo mengapresiasi upaya industri dengan mendirikan kelas pengembang aplikasi. Ia menilai upaya ini sejalan dengan usaha pemerintah untuk mendorong percepatan ekonomi digital di Indonesia.

“Saya berikan high appreciation terhadap Apple Developer Academy. Setelah bernegosiasi 3 tahun lalu, lihat sekarang? Pemerintah sangat mendorong percepatan ekonomi digital Indonesia,” ungkapnya.

Apple Developer Academy berbasis iOS ini merupakan yang pertama di Asia Tenggara dan ketiga di dunia setelah Brazil dan Italia. Selama tiga tahun ke depan akan dibuka tiga sekolah pengembang aplikasi sistem operasi seluler (iOS) yang salah satunya bertempat di Bumi Serpong Damai, Banten.

Menteri Kominfo optimistis  Indonesia tidak kalah dengan negara-negara yang ekonomi digital sedang berkembang misalnya Amerika, Beijing, dan India.  “Jika kita berbicara tentang perkembangan ekonomi digital, maka ada empat B. Pertama, Bay Area, Silicon Valley Cupertini. Kedua Beijing, ketiga Bangalore. Saya berharap kita bakal jadi keempat B di dunia yaitu Bumi Serpong Damai,” pungkasnya.

Sebelum peluncuran, akademi ini telah bekerja sama dengan Universitas Binus yang telah menghadirkan 75 mahasiswa dari beragam jurusan, antara lain teknik informatika dan ilmu komputer. Sebagian kelompok mahasiswa tersebut telah mempresentasikan aplikasi garapannya di depan Menteri Kominfo Rudiantara dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto yang juga hadir.

“Bagusnya dengan sistem yang dilakukan academy, hak patennya adalah individu. Hak paten dari berbagai aplikasi yang telah diciptakan tersebut pun akan diberikan atas nama mereka sendiri,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto sembari berharap, dengan dibukanya kelas-kelas ini, Indonesia bisa melahirkan 200 developer setiap tahunnya.

Pada tahap selanjutnya, perusahaan teknologi asal Amerika itu akan segera membuka kelas umum pada bulan Juni mendatang. Kelas itu dirancang untuk mengajarkan pengembangan aplikasi berbasis iOS yang diberikan secara gratis oleh Apple.

Menteri Kominfo menuturkan bahwa akademisi yang akan memberikan materi di sini tidak hanya berasal dari Indonesia saja.

“Mentornya nanti dari berbagai regional Apple, ada yang dari Brazil, Italia, Cupertino dan lainnya," imbuhnya.

Pasar Global
Melalui penerbitan Permenperin No. 29/2017, dimaksudkan untuk mendorongterus penumbuhan industri komponen telepon seluler (ponsel), komputer genggam dan komputer tablet serta pengembang software di dalam negeri. Selain itu juga menumbuhkan pusat inovasi baru dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia.

Beleid TKDN tersebut diimplementasikan melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 29 Tahun 2017 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet. Ini menjadi salah satu tekad pemerintah menggenjot keberlanjutan industri telematika di Indonesia.

“Dengan bertumbuhnya industri-industri perakit dan pembuat komponen, sekitar 30 perusahaan ponsel dan tablet telah memenuhi TKDN 30 persen,” tutur Airlangga. Untuk itu, Kemenperin terus meningkatan daya saing produk lokal agar mampu berkompetisi dengan barang-barang impor.

Telkom Marketing 2
Alhasil, hingga saat ini industri ponsel di Tanah Air tumbuh signfikan, yang terdiri dari 28 merek global, 19 merek lokal, 2 SMT (surface mount technology), dan 7 EMS (Electronic Manufacturing Services). Selain itu,terdapat 30 industri komponen berbagai jenis,di antaranya menghasilkan PCBA, Charger, Earphone, USB cable, perakitan baterai lithium, dan kemasan.

“Adapun yang menerapkan TKDN hardware sebanyak 44 merek, software dan hardware sebanyak 2 merek, dan 1 merek melalui skema pusat inovasi yaitu yang dibangun oleh Apple,” sebut Airlangga.

Dengan demikian, selain dapat mendongkrak kemampuan industri dalam negeri, Permenperin No. 29/2017 juga mendorong peningkatkan nilai tambah produk dan menciptakan lapangan kerja sehingga memacu pertumbuhan ekonomi nasional.(id)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma