telkomsel halo

Vendor smartphone tetap bangun pabrik di Indonesia

13:48:49 | 15 Jun 2016
Vendor smartphone tetap bangun pabrik di Indonesia
Ilustrasi (dok)
JAKARTA (IndoTelko) – Vendor smartphone tetap meneruskan rencana membangun pabrik di Indonesia walau aturan perhitungan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) belum juga rampung.

“Kami tetap akan rakit smartphone di Indonesia. Kita ajak mitra lokal di Surabaya,” ungkap Branding Director Coolpad Indonesia Natalie Chan, kemarin.  

Diperkirakannya, jika tidak ada halangan, akhir Juli ini pabrik tersebut bisa beroperasi dan secara bertahap Coolpad akan memindahkan produksi smartphone ke Indonesia. "Tiga bulan setelah beroperasi, baru kita pindahkan semua produksi di Indonesia," tuturnya.

Ke depan, lanjut Natalie, semua produk yang dijual di Indonesia merupakan hasil dari pabrik di Surabaya. "Kita ingin 100 persen hardware bisa dari kandungan lokal," tegasnya.

Sementara itu, Lenovo berencana akan memilih skema 100% software dalam perhitungan TKDN bagi smartphone Motorola. Sedangkan produk lainnya kemungkinan bakal tetap memakai jalur manufaktur yang sudah ada sekarang.

“Kalau memang nanti ada pilihan software, kami mungkin akan memakainya untuk Motorola. Tapi sekarang tetap mesti dikaji dulu,” ujar Country Lead Lenovo Mobile Business Group Indonesia, Adrie R. Suhadi, kemarin.

Menurutnya,  ada dua hal yang menghambat masuknya Motorola ke Indonesia, yaitu terkait kepastian soal aturan TKDN dan soal kesanggupan pabrik yang memproduksi lokal. Produksi ponsel high end seperti merek Motorola masih sulit dilakukan secara lokal di Indonesia. Hal ini terkait dengan masalah ketersediaan komponen serta tenaga ahli yang dibutuhkan.

“Motorola belum masuk ke Indonesia karena TKDN, satu lagi karena assesment pabrik. Untuk software sendiri Motorola memang agak beda, cenderung sophisticated, sehingga perlu rekanan pabrik yang memang sanggup mengerjakannya,” jelasnya.

Seperti diketahui, Kementrian Perindustrian menawarkan skema baru dalam perhitungan TKDN bagi smartphone 4G yakni dengan melihat harga smartphone yakni dibawah US$ 600 atau diatas US$ 600. Pilihan perhitungan TKDN pun disederhanakan menjadi 100% software bagi smartphone dengan harga diatas US$ 600 dan 100% hardware untuk harga di bawah US$ 600. (Baca juga: Hitungan TKDN Smartphone)

Vendor yang berinvestasi 100% software diizinkan mengimpor complete built unit (CBU) smartphone 4G dengan syarat  cost insurance freight (CIF) perangkat tersebut diatas US$ 600.(ak)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom DES
More Stories
Data Center Service Provider of the year