Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
telkomsel halo

Garap Iklan Digital, Telkom Dirikan MD Media

13:04:28 | 03 May 2013
Garap Iklan Digital, Telkom Dirikan MD Media
Ilustrasi (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko)  – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mendirikan PT Metra Digital Media (MD Media) untuk mewujudkan ambisinya menjadi The King of Digital Media di Indonesia.

MD Media adalah anak usaha baru dari Telkom Metra yang selama ini difokuskan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu untuk mengelola bisnis Information, Media, Edutainment and Services dari anak-anak usahanya.

MD Media ini sebenarnya adalah pecahan dari anak usaha lainnya yakni PT Infomedia  Nusantara (Infomedia) dimana bisnis Media, Digital dan Advertising selama ini digarap oleh perusahaan itu.

Peresmian MDMedia dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 1 Mei 2013 di Kantor Pusat MD Media, Jl. RS.Fatmawati No.77-81, Jakarta oleh Direktur Utama  Telkom  Arief Yahya disaksikan Direktur Utama MD Media Ruslan Rustam, Direksi Telkom Group, serta seluruh jajaran Direksi, Manajemen dan karyawan MD Media.

Bakti
Ruslan menjelaskan, perseroan akan  fokus  dalam bisnis media digital yang sudah dilakukan beberapa tahun terakhir melalui media online yang merupakan pengembanan dari Yellow Pages yang selama ini masih berupa media cetak.

“Tahun ini kami akan lebih banyak menggarap pasar Mobile Advertising dan media luar ruang digital (DOOH/Digital Out of Home) yang memiliki peluang yang besar saat ini,” katanya.

Menurutnya, dengan bekal pengalaman bisnis direktori dan media ddidukung data yang kaya selama 30 tahun, MD Media optimis dapat menggarap pasar secara optimal.

“Bisnis eksisting yang dimiliki oleh MD Media merupakan modal awal untuk membuka peluang bisnis media digital kedepan. “Dengan dukungan sumber daya yang kompeten dan berpengalaman, kami yakin bahwa pasar akan menyambut kedatangan MD Media dengan antusias,” tambahnya.

Pengaruhi
Secara terpisah, Presiden Direktur  Infomedia Eddy Kurnia mengungkapkan dengan dipisahnya bisnis media dan advertising dari perseroan maka fokus yang digarap adalah adalah Business Process Outsoucing/Knowledge Process Outsourcing (BPO/KPO).

“Kita akan fokus di BPO/KPO. Tetapi hingga akhir tahun ini dalam laporan keuangan konsolidasi Infomedia, masih masuk pendapatan media dan advertising itu. Beberapa tahun ke depan mungkin ada pengaruhnya ke keuangan karena kontribusi media dan advertising itu sekitar 30%,” ungkapnya kala dihubungi, Jumat (3/5).

Diungkapkannya, pada tahun lalu penjualan Yellow Pages itu mencapai Rp 250 miliar, tahun ini  dibidik naik 20%.
Infomedia pada tahun ini menargetkan meraih omzet  Rp 1,542 triliun atau tumbuh 25% dari tahun lalu sebesar Rp 1.248 triliun.   

Penopang pendapatan Infomedia adalah Business Process Outsoucing/Knowledge Process Outsourcing (BPO/KPO). Pada tahunn lalu bisnis media memberikan kontribusi sekitar 30% bagi total omzet atau sekitar Rp 374,4 miliar.
 
Sebelumnya, pada 2012 laba bersih Infomedia  mencapai  Rp 155 miliar atau tumbuh 8%  dari 2011 sebesar  Rp 143,4 miliar. Perseroan  menargetkan laba tumbuh 23% persen dari 2012. Perseroan pada tahun ini memiliki belanja modal sebesar  Rp 135 miliar

Sedangkan  Perhimpunan Perusahaan Periklanan Indonesia memperkirakan  advertising expenditure  nasional untuk media digital terus tumbuh sekitar 30% dari Rp1,018 trilyun di tahun 2011 menjadi Rp1,326 trilyun di tahun 2012.

Tantangan yang dihadapi oleh MD Media  dalam menggarap Digital Out of Home di Jakarta khususnya adalah keluarnya aturan dimana titik-titik media digital akan diatur lebih ketat.

Pasar media digital Indonesia belum lama ini juga kedatangan pemain baru dari luar negeri yakni ad2c. Pemain ini merupakan perusahaan patungan antara Affle Group yang berkantor pusat di Singapura dengan D2C Inc, perusahaan asal Jepang.

Kedua perusaahaan melakukan investasi lebih dari US$ 10 juta untuk mengembangkan usaha selama dua tahun. Ad2c pertama kali resmi beroperasi di India pada tahun lalu lewat akusisi MobiMasta, salah satu perusahaan mobile marketing di India. Yahoo Indonesia dan XL Axiata digandeng oleh ad2c untuk menggarap pasar Indonesia.(id)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom DES
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Financial Analysis
XL kurangi kepemilikan di PDGDC