JAKARTA (IndoTelko) - Anteraja mempercepat modernisasi sistem operasional logistik dengan memanfaatkan platform OutSystems. Teknologi tersebut digunakan untuk mengintegrasikan layanan internal, meningkatkan visibilitas operasional, hingga membantu perusahaan mempersiapkan lonjakan volume pengiriman pada periode peak-season.
OutSystems mulai digunakan Anteraja sejak 2022 untuk membangun sejumlah aplikasi internal sekaligus memperbarui sistem lama yang semakin kompleks. Langkah ini menjadi penting di tengah pertumbuhan bisnis logistik e-commerce dan tingginya volume pengiriman saat momentum seperti Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).
Head of Enterprise Application Development Anteraja Yogie Lesmana mengatakan penggunaan OutSystems membantu tim mengembangkan dan memodernisasi aplikasi secara lebih efisien.
“Platform ini dapat mempercepat proses pengembangan, tetapi fondasi arsitektur yang kuat, praktik engineering yang baik, serta kolaborasi erat dengan tim bisnis tetap menjadi hal yang sangat penting,” ujar Yogie.
Salah satu aplikasi yang dikembangkan adalah AWARE, yang menggabungkan 199 laporan dari berbagai sistem perusahaan ke dalam satu dashboard manajemen. Integrasi tersebut memungkinkan tim operasional mengakses informasi yang sebelumnya tersebar di berbagai laporan melalui satu platform.
Anteraja juga mengembangkan DataG, aplikasi manajemen API internal yang menggantikan solusi pihak ketiga berbayar. Pengembangan ini membantu menghilangkan biaya lisensi berulang sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap perangkat lunak eksternal.
Antisipasi Lonjakan Pengiriman
Pemanfaatan teknologi juga diarahkan untuk meningkatkan akurasi perencanaan tenaga kerja. Aplikasi forecasting internal digunakan untuk memproyeksikan volume pengiriman, menghitung kebutuhan pekerja, serta mengalokasikan sumber daya sebelum memasuki periode dengan permintaan tinggi.
Sementara itu, aplikasi Employee Hub memberikan akses melalui perangkat mobile terhadap berbagai informasi dan layanan internal bagi karyawan Anteraja.
Regional Vice President for Southeast Asia (SEA) and Greater China OutSystems Arnold Consengco mengatakan pendekatan berbasis platform memungkinkan perusahaan melakukan modernisasi secara bertahap dengan fondasi teknologi yang terintegrasi.
“Dengan mengintegrasikan berbagai aplikasi penting ke dalam satu fondasi terpadu, perusahaan dapat merespons kebutuhan bisnis saat ini dengan lebih cepat,” katanya.
Ke depan, Anteraja mulai mengeksplorasi pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas pengembang dan efisiensi operasional. Perusahaan juga berdiskusi dengan OutSystems mengenai peluang penerapan AI agentik.
Yogie menegaskan, penerapan AI akan diarahkan pada kebutuhan bisnis yang konkret agar teknologi tersebut memberikan dampak nyata terhadap produktivitas maupun operasional perusahaan. (mas)