telkomsel halo

Lintasarta kantongi ISO/IEC 42001 untuk tata kelola AI

06:56:00 | 06 Okt 2026
Lintasarta kantongi ISO/IEC 42001 untuk tata kelola AI
JAKARTA (IndoTelko) - Lintasarta menjadi perusahaan ICT nasional pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi ISO/IEC 42001:2023 untuk Artificial Intelligence Management System (AIMS).

Sertifikasi yang diterbitkan TÜV SÜD Indonesia tersebut menjadi landasan bagi Lintasarta dalam membangun tata kelola dan pengelolaan risiko AI secara lebih sistematis, seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi tersebut dalam layanan digital maupun operasional perusahaan.

TÜV SÜD Indonesia menyebut sertifikasi Lintasarta memiliki cakupan yang mencakup tiga peran sekaligus, yakni sebagai AI provider, developer, dan user. Lingkupnya antara lain mencakup penyediaan GPU Services dan LLM Services serta pengembangan dan pengoperasian AI-powered virtual assistant untuk layanan pelanggan.

ISO/IEC 42001:2023 merupakan standar internasional yang memberikan kerangka bagi organisasi untuk membangun, menerapkan, memelihara, dan meningkatkan sistem manajemen AI. Standar ini mencakup pengelolaan risiko dan peluang AI sekaligus mendorong penerapan teknologi yang transparan dan akuntabel.

President Director & CEO Lintasarta Armand Hermawan mengatakan sertifikasi tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun kapabilitas AI yang bertanggung jawab.

“Semakin besar kapabilitas AI yang kita bangun, semakin besar pula tanggung jawab yang menyertainya. ISO/IEC 42001:2023 memberikan fondasi agar inovasi dapat terus berjalan dengan governance, risk management, accountability, dan continuous improvement yang lebih sistematis,” ujar Armand.

Menurutnya, penerapan responsible AI juga perlu memperhatikan sejumlah aspek, mulai dari keamanan, privasi dan perlindungan data, akurasi, fairness, intellectual property, kepatuhan hingga reputasi perusahaan.

Sementara itu, President Director TÜV SÜD Indonesia Yuan Handayana menilai sertifikasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan AI perlu diimbangi dengan tata kelola dan manajemen risiko yang memadai.

“AI terus berkembang dan menghadirkan peluang besar bagi organisasi, namun pemanfaatannya juga membutuhkan pengelolaan yang bertanggung jawab,” kata Yuan.

Sertifikasi tersebut diperoleh melalui sejumlah tahapan, termasuk gap assessment, penyusunan kebijakan dan prosedur, manajemen risiko AI, penerapan kontrol hingga audit internal.

TÜV SÜD Indonesia kemudian melakukan audit sertifikasi melalui dua tahap, yakni Stage 1 readiness review dan Stage 2 certification audit. Proses tersebut menghasilkan sertifikasi tanpa temuan minor maupun major.

Lintasarta menyatakan sertifikasi ISO/IEC 42001:2023 bukan menjadi titik akhir. Perusahaan akan melanjutkan penguatan AI risk and impact management serta pengembangan AI culture and capability.

GCG BUMN
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi Lintasarta dalam mengintegrasikan connectivity, cloud, cybersecurity dan collaboration-AI melalui Lintasarta Intelligent Core untuk mendukung kebutuhan transformasi digital industri nasional. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories