telkomsel halo

Cyble percepat ekspansi di pasar AS

05:04:00 | 18 Sep 2026
Cyble percepat ekspansi di pasar AS
JAKARTA (IndoTelko) - Cyble memperkuat ekspansi bisnis keamanan sibernya di Amerika Serikat dengan menunjuk Steve Ingram sebagai Executive Vice President Amerika Serikat.

Ingram akan bertanggung jawab atas pengembangan bisnis Cyble di pasar AS, termasuk memperluas hubungan dengan pelanggan dan mitra serta mendorong pertumbuhan perusahaan di salah satu pasar keamanan siber terbesar di dunia.

Penunjukan tersebut sekaligus menandai perpindahan Ingram dari posisi Dewan Penasihat Cyble ke peran operasional. Selama dua tahun terakhir, ia telah memberikan masukan strategis bagi perusahaan dalam pengembangan portofolio solusi dan ekspansi global.

Sebelum bergabung dalam jajaran eksekutif Cyble, Ingram memiliki pengalaman panjang di industri keamanan siber dan manajemen risiko. Ia sebelumnya menjabat Financial Services Cyber Leader untuk kawasan Amerika di EY, dengan fokus pada pengembangan dan transformasi layanan keamanan siber bagi sektor jasa keuangan.

Kariernya di EY didahului pengalaman sekitar 15 tahun sebagai partner di PwC. Di perusahaan tersebut, Ingram pernah memimpin praktik Cyber PwC di kawasan Asia Pasifik serta menjadi anggota ASEANZ Markets Council. Ia juga mengawali kariernya di Australian Federal Police.

Co-Founder dan CEO Cyble Beenu Arora mengatakan pengalaman Ingram selama menjadi penasihat membuatnya telah memahami teknologi, tim, dan arah bisnis perusahaan.

“Steve telah menjadi penasihat tepercaya bagi Cyble selama dua tahun terakhir, dan kami sangat senang menyambutnya sebagai Executive Vice President di Amerika Serikat,” ujar Beenu.

Menurutnya, kombinasi pengalaman keamanan siber dan kepemimpinan bisnis yang dimiliki Ingram akan mendukung agenda pertumbuhan Cyble di AS.

Ingram mengatakan pengalamannya selama berada di Dewan Penasihat membuatnya dapat melihat langsung teknologi dan peluang yang dimiliki Cyble.

“Pasar Amerika Serikat merupakan peluang besar bagi Cyble. Saya bersemangat untuk beralih ke peran operasional, bekerja secara langsung dengan tim, pelanggan, dan mitra, serta membantu membangun bisnis Cyble,” katanya.

Ekspansi tersebut dilakukan ketika Cyble terus mengembangkan platform keamanan siber berbasis AI-native. Portofolio perusahaan mencakup threat intelligence, digital risk protection, endpoint security, hingga agentic AI.

GCG BUMN
Dengan penunjukan Ingram, Cyble menempatkan pengalaman eksekutif dan keamanan siber sebagai bagian dari strategi untuk memperbesar pijakan bisnisnya di pasar Amerika Serikat. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories