telkomsel halo

Akamai bawa proteksi AI dan data Real-Time

07:17:00 | 12 Sep 2026
Akamai bawa proteksi AI dan data Real-Time
JAKARTA (IndoTelko) - Akamai memperkuat keamanan perusahaan di tengah semakin luasnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dengan meluncurkan Akamai Workforce Protector. Solusi ini dirancang untuk mengawasi interaksi karyawan dengan AI, aplikasi SaaS, aplikasi web, hingga data perusahaan secara real-time.

Workforce Protector menjadi lapisan keamanan tambahan dalam platform Akamai yang sebelumnya melindungi aplikasi, API, dan infrastruktur. Solusi ini menggabungkan visibilitas penggunaan AI, pengendalian akses, keamanan browser perusahaan, serta pencegahan kehilangan data dalam satu sistem.

Salah satu fokusnya adalah mengatasi shadow AI, yakni penggunaan aplikasi atau layanan AI oleh karyawan tanpa pengawasan dan persetujuan organisasi.

Workforce Protector dapat mengidentifikasi penggunaan AI dan menerapkan kebijakan secara langsung selama sesi browser. Perusahaan dapat mengatur bagaimana karyawan berinteraksi dengan berbagai layanan AI tanpa mengharuskan mereka berganti browser maupun mengubah arsitektur jaringan yang sudah berjalan.

Perlindungan data juga dilakukan secara langsung ketika interaksi berlangsung. Sistem dapat mencegah informasi sensitif dikirim ke model AI yang tidak diizinkan maupun mencegah data perusahaan diunduh ke perangkat karyawan.

Senior Vice President dan General Manager Enterprise Security Akamai, Ofer Wolf, mengatakan pola kerja modern telah berubah menjadi rangkaian koneksi digital yang berlangsung terus-menerus.

“Dengan Akamai Workforce Protector, kami memastikan keamanan mengikuti karyawan dan agen AI yang mereka gunakan ke mana pun mereka bekerja, bukan sekadar melindungi gedung kantor,” ujarnya.

Menurut Akamai, pendekatan keamanan berbasis interaksi diperlukan karena aktivitas kerja kini melibatkan berbagai titik koneksi, mulai dari karyawan yang mengakses SaaS, agen AI yang memanggil API, hingga workload yang terhubung ke jaringan internal.

Model keamanan konvensional yang berfokus pada perimeter dinilai tidak lagi cukup untuk menghadapi pola kerja tersebut. Workforce Protector menempatkan kontrol keamanan langsung pada titik interaksi di tiga area, yakni tenaga kerja, aplikasi dan API, serta infrastruktur.

Akamai juga mengutip proyeksi Gartner Market Guide for Secure Enterprise Browsers yang memperkirakan 25% organisasi akan melengkapi solusi akses jarak jauh aman dengan setidaknya satu teknologi secure enterprise browser pada 2028, naik dari sekitar 10% saat ini.

Workforce Protector dirancang untuk melengkapi teknologi keamanan yang telah digunakan perusahaan, termasuk Security Service Edge (SSE), Cloud Access Security Broker (CASB), dan Data Loss Prevention (DLP).

Solusi tersebut terintegrasi dengan portofolio keamanan Akamai sehingga perusahaan dapat mengelola keamanan tenaga kerja, aplikasi, dan infrastruktur melalui pendekatan yang lebih terpadu.

Akamai juga memanfaatkan jaringan terdistribusinya untuk menjaga akses pengguna ke aplikasi dan infrastruktur perusahaan dari berbagai lokasi.

GCG BUMN
Dengan pendekatan tersebut, Akamai menargetkan perusahaan dapat mempercepat pemanfaatan AI tanpa mengorbankan keamanan data maupun produktivitas karyawan. Kontrol keamanan ditempatkan langsung pada aktivitas pengguna sehingga risiko kebocoran data dan penggunaan AI tanpa tata kelola dapat ditekan sejak titik interaksi. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories