telkomsel halo

Transaksi AI makin besar, Ant, Mastercard, dan Visa bangun KYA

06:39:00 | 11 Sep 2026
Transaksi AI makin besar, Ant, Mastercard, dan Visa bangun KYA
JAKARTA (IndoTelko) - Ant International, Mastercard, dan Visa mulai menyatukan pendekatan Know-Your-Agent (KYA) untuk membangun interoperabilitas antarjaringan pembayaran dan mempercepat adopsi agentic commerce.

Kolaborasi ini memungkinkan jaringan kartu, dompet digital, platform agen AI, dan marketplace menggunakan prinsip bersama untuk mengenali serta melakukan onboarding agen AI. Meski demikian, masing-masing jaringan tetap mempertahankan proses verifikasi dan pengambilan keputusan sendiri.

Langkah ini menjadi penting seiring perubahan peran agen AI yang tidak lagi sebatas memberikan rekomendasi, tetapi mulai bertindak atas nama pengguna untuk menyelesaikan transaksi. Nilai transaksi belanja konsumen yang dikelola agen AI secara global bahkan diproyeksikan mencapai US$3 triliun hingga US$5 triliun pada 2030.

Ketiga perusahaan sebelumnya telah mengembangkan protokol masing-masing, yakni Visa’s Trusted Agent Protocol, Mastercard Verifiable Intent, dan Ant International’s Agentic Mobile Protocol. Kini, ketiganya mengeksplorasi penyelarasan prinsip dasar protokol tersebut melalui kerangka KYA yang dapat digunakan lintas jaringan.

Kerangka ini ditujukan untuk mengurangi pengulangan proses verifikasi identitas agen AI, menekan kompleksitas integrasi, sekaligus memberikan gambaran yang lebih konsisten mengenai tingkat kepercayaan dan risiko sebuah agen.

Kolaborasi KYA mencakup tiga fokus utama. Pertama, Cross-network Operator Traceability, yang menghubungkan setiap agen AI dengan operator, pemegang kartu, atau organisasi yang telah tervalidasi sehingga pihak yang bertanggung jawab dapat ditelusuri.

Kedua, Shared Certification Requirements, berupa standar keamanan dan perilaku untuk mengevaluasi agen AI. Ketiga, pemantauan transaksi berkelanjutan melalui kombinasi sinyal identitas dan data transaksi untuk mendukung evaluasi serta sertifikasi secara terus-menerus.

Ketiga perusahaan juga akan berkolaborasi melalui BuildFin.ai di Singapura dengan mengacu pada kerangka Safeguards for Agentic Finance at Runtime (SAFR). BuildFin.ai merupakan platform industri yang diprakarsai Monetary Authority of Singapore (MAS) untuk mempertemukan lembaga keuangan, penyedia teknologi, dan peneliti dalam pengembangan AI yang bertanggung jawab di sektor keuangan.

“Interoperabilitas antar kerangka Know-Your-Agent merupakan kunci penting agar agentic commercedapat diterapkan secara luas,” kata Pablo Fourez, Chief Digital Officer Mastercard.

Menurutnya, merchant, platform, dompet digital, dan penerbit kartu membutuhkan cara yang konsisten untuk mengenali agen AI tepercaya, memastikan tindakan agen sesuai keinginan pengguna, sekaligus menjaga akuntabilitas sepanjang transaksi.

Rubail Birwadker, Global Head of Growth Products and Strategic Partnerships, Visa, mengatakan kolaborasi lintas industri diperlukan untuk meningkatkan konsistensi dan akuntabilitas seiring makin banyaknya transaksi yang dilakukan dengan bantuan AI.

Sementara itu, Jiang-Ming Yang, Chief Innovation Officer Ant International, menilai interoperabilitas KYA antara jaringan kartu dan dompet digital menjadi elemen penting untuk membangun kepercayaan di ekosistem agentic commerce.

“Kami berharap dapat memperluas kolaborasi seiring dengan semakin banyaknya indikator yang dapat dimanfaatkan industri—mulai dari kapabilitas, perilaku, kinerja dalam pelaksanaan tugas, hingga data risiko,” ujarnya.

GCG BUMN
Inisiatif ini pada akhirnya diarahkan untuk menciptakan ekosistem agentic commerce yang lebih aman dan terukur, sehingga agen AI dapat beroperasi lintas jaringan pembayaran dengan tetap menjaga perlindungan bagi konsumen, merchant, dan lembaga keuangan. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories