telkomsel halo

Kaspersky catat lonjakan serangan mobile di Indonesia

06:38:00 | 17 Aug 2026
Kaspersky catat lonjakan serangan mobile di Indonesia
JAKARTA (IndoTelko) - Ancaman siber terhadap perangkat seluler terus meningkat seiring tingginya aktivitas digital masyarakat. Studi terbaru Kaspersky mencatat sebanyak 15.163 serangan seluler menyasar pengguna di Indonesia sepanjang kuartal pertama 2026.

Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah serangan seluler tertinggi di kawasan Asia Pasifik, setelah India yang mencatat 18.187 insiden dalam periode yang sama.

Kaspersky menilai peningkatan ancaman tersebut tidak terlepas dari semakin besarnya ketergantungan masyarakat terhadap perangkat mobile untuk berbagai aktivitas, mulai dari transaksi keuangan, belanja online, komunikasi, hingga layanan digital lainnya.

Berdasarkan survei B2C Pulse yang dilakukan Kaspersky Market Intelligence, konsumen Asia Pasifik memiliki tingkat penggunaan layanan digital yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata global. Aktivitas seperti belanja daring, layanan keuangan digital, hiburan online, dan komunikasi digital menunjukkan penetrasi yang kuat di kawasan tersebut.

Di sisi lain, kesadaran masyarakat terhadap risiko kejahatan siber juga meningkat. Indonesia tercatat memiliki tingkat perhatian terhadap ancaman digital sebesar 35 persen, berada di atas rata-rata global yang mencapai 32 persen.

Head of Consumer Channel Asia Pasifik Kaspersky, Choon Hong Chee, mengatakan peningkatan penggunaan teknologi digital harus diimbangi dengan sistem keamanan yang lebih kuat.

“Keamanan siber bukan lagi sekadar pilihan. Dengan semakin banyaknya aktivitas finansial dan layanan digital melalui perangkat seluler, perlindungan data pribadi menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan terhadap ekonomi digital,” ujar Choon.

Selain Indonesia dan India, sejumlah negara Asia Pasifik juga mengalami peningkatan signifikan serangan seluler dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kaspersky mencatat lonjakan terbesar terjadi di Taiwan, Sri Lanka, Thailand, Bangladesh, China, dan Filipina.

Menurut Kaspersky, perangkat seluler kini menjadi target utama karena banyak pengguna belum memberikan perlindungan keamanan yang setara dengan perangkat komputer. Padahal, smartphone telah menjadi pusat aktivitas pribadi, finansial, dan profesional.

Untuk menghadapi ancaman tersebut, Kaspersky mendorong pendekatan keamanan terintegrasi atau embedded protection, yaitu memasukkan fitur perlindungan langsung ke dalam aplikasi digital.

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah Kaspersky Mobile Security SDK yang memungkinkan perusahaan, termasuk bank, ritel, layanan pemerintah, dan pengembang aplikasi, menambahkan fitur keamanan seperti deteksi phishing, malware, pemeriksaan reputasi perangkat, perlindungan data, hingga pendeteksian akses jarak jauh.

Selain itu, Kaspersky juga menghadirkan Who Calls SDK untuk membantu pengguna mengenali panggilan mencurigakan serta Safe Web yang memberikan perlindungan terhadap situs berbahaya melalui teknologi penyaringan DNS.

GCG BUMN
Kaspersky menilai strategi keamanan yang terintegrasi akan semakin penting karena perangkat seluler menjadi pintu utama masyarakat dalam mengakses layanan digital. Dengan perlindungan yang tertanam langsung dalam ekosistem aplikasi, pengguna dapat menikmati layanan digital dengan risiko yang lebih rendah. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories