telkomsel halo

Cloudflare buka platform AI untuk enterprise

05:37:00 | 11 Aug 2026
Cloudflare buka platform AI untuk enterprise
JAKARTA (IndoTelko) Cloudflare memperkenalkan Cloudflare OS, platform berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang dirancang untuk membantu perusahaan mengintegrasikan AI ke dalam operasional bisnis dengan keamanan dan tata kelola yang terintegrasi.

Platform open source tersebut berjalan di jaringan global Cloudflare dan memungkinkan karyawan mengakses berbagai perangkat AI yang terhubung dengan sistem internal perusahaan. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan mengadopsi AI tanpa harus membangun infrastruktur baru atau melakukan pengembangan dalam waktu panjang.

Cloudflare menilai sebagian solusi AI untuk perusahaan masih terbatas karena hanya memahami informasi umum dan belum memahami proses internal organisasi. Kondisi tersebut membuat AI belum dapat bekerja secara optimal dengan alur persetujuan, sistem perusahaan, dan proses bisnis yang berlaku.

Cloudflare OS memungkinkan perusahaan memasukkan pengetahuan, proses, dan cara kerja internal ke dalam lingkungan AI. Dengan pendekatan tersebut, karyawan tidak perlu memberikan konteks yang sama secara berulang ketika menggunakan AI untuk berbagai kebutuhan pekerjaan.

Cloudflare sebelumnya menggunakan platform tersebut secara internal untuk mendukung aktivitas ribuan karyawan. Pemanfaatannya mencakup riset, pembuatan dokumen berbasis data, otomatisasi pekerjaan berulang, hingga pengembangan aplikasi untuk mendukung operasional.

Kini, Cloudflare membuka teknologi tersebut sebagai perangkat lunak sumber terbuka sehingga organisasi lain dapat menggunakannya dengan kendali melalui akun Cloudflare masing-masing.

Cloudflare OS menghadirkan sejumlah kemampuan, termasuk ruang kerja agen AI yang dapat digunakan melalui browser, pembuatan aplikasi berbasis AI tanpa keahlian pemrograman, serta sistem keamanan berbasis Zero Trust.

Melalui pendekatan Zero Trust, setiap pengguna dan permintaan akses harus melalui proses verifikasi sebelum mendapatkan izin. Agen AI juga tidak memperoleh akses secara otomatis dan hanya mendapatkan hak sesuai kebutuhan tugas yang dijalankan.

Cloudflare turut menghadirkan Gatekeeper untuk memberikan kontrol terhadap akses AI. Fitur tersebut memungkinkan perusahaan menentukan data yang dapat diakses AI, tindakan yang dapat dilakukan, serta kondisi yang membutuhkan persetujuan manusia.

Cloudflare juga memberikan fleksibilitas dalam pemilihan model AI melalui Cloudflare AI Gateway. Perusahaan dapat memilih penyedia model sesuai kebutuhan dan mengendalikan penggunaan serta biaya berdasarkan pengguna, tim, maupun aplikasi.

“Cloudflare OS adalah cara kami menjalankan Cloudflare. Agar AI benar-benar dapat mengubah perusahaan, AI tidak bisa berjalan secara terisolasi atau bergantung pada kemampuan pengembang saja,” ujar Co-Founder sekaligus CEO Cloudflare, Matthew Prince.

Menurut Prince, setiap karyawan perlu memiliki kemampuan untuk membangun, mengembangkan, dan mengotomatisasi pekerjaan dengan tetap menjaga keamanan teknologi.

Dalam pengembangan Cloudflare OS, Cloudflare menggandeng sejumlah mitra implementasi global, termasuk Presidio dan Happy Cog. Kemitraan tersebut ditujukan untuk membantu organisasi menyesuaikan penerapan platform dengan kebutuhan industri, sistem teknologi yang digunakan, serta standar kepatuhan masing-masing.

Cloudflare menilai Cloudflare OS dapat memperluas pemanfaatan AI di lingkungan perusahaan dengan menggabungkan produktivitas, keamanan, transparansi, dan kontrol organisasi dalam satu lingkungan kerja. (mas)

GCG BUMN

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories