telkomsel halo

Zebra dan Oxford Economics bongkar dampak AI di dunia kerja

07:07:53 | 06 Aug 2026
Zebra dan Oxford Economics bongkar dampak AI di dunia kerja
JAKARTA (IndoTelko) - Modernisasi alur kerja (workflow) di lini depan operasional dinilai mampu memberikan dampak besar terhadap produktivitas, kepuasan pekerja, hingga profitabilitas perusahaan. Hal tersebut terungkap dalam studi terbaru Zebra Technologies bersama Oxford Economics yang melibatkan pemimpin industri dari sektor ritel, transportasi dan logistik (T&L), serta manufaktur.

Riset tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, dan analisis data dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat pengalaman pelanggan.

Di sektor transportasi dan logistik, sebanyak 34% perusahaan yang mengalami peningkatan pada proses pengambilan dan pengemasan barang juga mencatat peningkatan retensi serta kepuasan karyawan. Sementara itu, 54% perusahaan melaporkan adanya peningkatan kecepatan operasional.

Pada sektor manufaktur, 56% perusahaan menyatakan produktivitas meningkat setelah melakukan modernisasi pada lini produksi.

Studi tersebut juga mengungkap potensi keuntungan finansial dari optimalisasi workflow di berbagai area bisnis. Perusahaan manufaktur yang meningkatkan pengelolaan rantai pasok dan inventaris berpotensi memperoleh tambahan laba hingga US$6,6 juta. Sementara modernisasi proses pemeliharaan dapat menghasilkan peningkatan laba hingga US$6,2 juta.

Di sektor ritel, pembaruan sistem point of sale berpotensi memberikan tambahan laba hingga US$4 juta. Sedangkan sektor transportasi dan logistik dapat memperoleh peluang peningkatan laba hingga US$2,8 juta melalui optimalisasi proses pengiriman dan pemuatan barang.

Chief Technology Officer Zebra Technologies, Tom Bianculli, mengatakan integrasi teknologi cerdas dalam workflow harian mampu membantu perusahaan mengubah data menjadi tindakan yang menghasilkan nilai bisnis.

“Operasional cerdas memberikan dampak nyata yang terukur, baik bagi sumber daya manusia maupun bisnis, dengan menyederhanakan kompleksitas dan meningkatkan produktivitas pekerja frontline,” ujarnya.

Menurut Zebra, adopsi AI juga terus mengalami peningkatan di berbagai sektor industri. Dalam riset tersebut, 50% pemimpin manufaktur yang berencana mengembangkan lini produksinya menempatkan AI sebagai salah satu prioritas utama. Di sektor T&L, ketertarikan terhadap penggunaan AI untuk proses pengiriman dan pemuatan meningkat hampir tiga kali lipat.

Country Manager Indonesia Zebra Technologies, Eric Ananda, menilai transformasi digital menjadi faktor penting bagi industri logistik dan manufaktur di Indonesia.

“Perusahaan perlu memastikan pekerja frontline memiliki akses terhadap data terpercaya, visibilitas real-time, serta otomatisasi yang terhubung agar operasional dapat berjalan lebih akurat dan efisien,” katanya.

Riset Zebra dan Oxford Economics dilakukan melalui survei serta analisis ekonometrik terhadap 1.000 pimpinan senior dari sektor ritel, manufaktur, dan transportasi-logistik di delapan negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Jerman, India, Jepang, Australia, dan Selandia Baru.

GCG BUMN
Melalui hasil penelitian tersebut, Zebra menegaskan bahwa kombinasi AI, data, otomatisasi, dan keahlian manusia menjadi faktor penting dalam membangun operasional yang lebih adaptif serta meningkatkan daya saing perusahaan di era digital. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories