JAKARTA (IndoTelko) - Kaspersky mengingatkan pentingnya penerapan prinsip security-by-design di tengah meningkatnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) pada industri e-commerce. Menurut perusahaan keamanan siber tersebut, AI tidak hanya mendorong inovasi layanan digital, tetapi juga dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk melancarkan serangan yang semakin canggih.
Indonesia menjadi salah satu pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara dengan nilai gross merchandise value (GMV) yang diperkirakan mencapai US$57,7 miliar pada 2025. Pertumbuhan tersebut didorong oleh tingginya penggunaan ponsel pintar, pembayaran digital, dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap belanja online.
Di sisi lain, Kaspersky mencatat ancaman siber terhadap sektor e-commerce juga terus meningkat. Berdasarkan data Kaspersky Security Network (KSN), lebih dari 6 juta upaya phishing yang menargetkan toko online, sistem pembayaran, dan layanan pengiriman berhasil diblokir secara global sepanjang November 2024 hingga Oktober 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 50,58% merupakan serangan yang menyamar sebagai platform belanja online.
Head of Consumer Channel Asia Pacific Kaspersky, Choon Hong Chee, mengatakan AI kini dimanfaatkan oleh perusahaan untuk meningkatkan personalisasi layanan, layanan pelanggan, hingga deteksi penipuan. Namun, teknologi yang sama juga digunakan pelaku kejahatan siber untuk membuat phishing, rekayasa sosial, dan malware yang lebih meyakinkan.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pendekatan security-by-design menjadi semakin penting, yakni dengan menanamkan fitur keamanan sejak tahap pengembangan aplikasi, bukan menjadikannya sebagai fitur tambahan setelah aplikasi dirilis.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Kaspersky menawarkan Kaspersky Mobile Security SDK, perangkat pengembangan yang memungkinkan fitur keamanan diintegrasikan langsung ke dalam aplikasi Android maupun iOS. Solusi tersebut mencakup deteksi perangkat yang tidak aman, perlindungan terhadap malware, identifikasi situs phishing dan jaringan Wi-Fi berisiko, perlindungan data sensitif, hingga mekanisme pertahanan terhadap modifikasi aplikasi.
SDK tersebut juga terhubung dengan Kaspersky Security Network, sehingga mampu memanfaatkan intelijen ancaman secara real-time yang dipadukan dengan teknologi AI dan machine learning untuk mendeteksi berbagai ancaman siber terbaru.
Kaspersky menilai penerapan keamanan sejak tahap perancangan akan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat ketahanan ekosistem digital Indonesia, seiring meningkatnya adopsi AI di sektor e-commerce dan layanan digital lainnya. (mas)