JAKARTA (IndoTelko) - VFS Global merilis Laporan Keberlanjutan 2025 yang menyoroti pertumbuhan bisnis sekaligus penguatan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan, transformasi digital, dan tata kelola kecerdasan buatan (AI) yang bertanggung jawab.
Laporan yang disusun mengacu pada standar Global Reporting Initiative (GRI) serta selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDGs), UN Global Compact (UNGC), dan Sustainability Accounting Standards Board (SASB) itu menunjukkan sejumlah capaian sepanjang 2025.
Di bidang sumber daya manusia, sebanyak 65% karyawan baru yang direkrut merupakan perempuan. Perusahaan juga meningkatkan anggaran program tanggung jawab sosial (CSR) hingga 94%, menaikkan volume daur ulang limbah elektronik sebesar 41% dibandingkan tahun sebelumnya, serta menanam sekitar 650 ribu pohon sebagai bagian dari program reforestasi.
Founder dan Chief Executive Officer VFS Global, Zubin Karkaria, mengatakan keberlanjutan menjadi bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan. Menurutnya, peningkatan investasi sosial, penguatan keberagaman tenaga kerja, serta upaya menekan dampak lingkungan berjalan seiring dengan tingginya tingkat kepuasan pelanggan yang mencapai 97,6%.
Pada sisi teknologi, VFS Global mulai menerapkan kerangka Responsible AI untuk memastikan pemanfaatan kecerdasan buatan dilakukan dengan mengedepankan privasi, transparansi, dan pengawasan manusia. Implementasi tersebut mengantarkan perusahaan memperoleh Dubai AI Seal, yang mengakui VFS Global sebagai Trusted AI Enterprise.
Hingga akhir 2025, perusahaan telah mengembangkan enam solusi berbasis AI, dengan sedikitnya satu solusi telah dimanfaatkan oleh lebih dari 20 klien pemerintah di berbagai negara. Pada tahun yang sama, VFS Global juga memperluas bisnis melalui akuisisi mayoritas saham CiX Citizen Experience, penyedia layanan digital dan layanan publik di Brasil.
Head of Sustainability VFS Global, Shireen Mistree, mengatakan laporan tahun ini juga menandai pelaksanaan Double Materiality Assessment kedua perusahaan. Pendekatan tersebut digunakan untuk memperkuat identifikasi risiko serta memastikan aspek sosial, lingkungan, dan bisnis menjadi bagian dari pengambilan keputusan jangka panjang.
Melalui strategi tersebut, VFS Global menegaskan komitmennya untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan dengan memadukan inovasi teknologi, tata kelola yang bertanggung jawab, dan penciptaan dampak sosial yang lebih luas. (mas)