Penerbangan Timur Tengah pulih, minat wisata meningkat

06:33:00 | 04 Aug 2026
Penerbangan Timur Tengah pulih, minat wisata meningkat
JAKARTA (IndoTelko) - Normalisasi operasional penerbangan di kawasan Timur Tengah mulai mendorong kebangkitan perjalanan internasional wisatawan Indonesia. Golden Rama Tours & Travel mencatat permintaan perjalanan ke luar negeri meningkat sekitar 11,2% dalam beberapa pekan terakhir dibandingkan saat operasional penerbangan di kawasan tersebut masih terganggu akibat situasi geopolitik.

Kenaikan permintaan terutama terjadi pada rute yang memanfaatkan hub penerbangan Dubai, Abu Dhabi, dan Doha, yang menjadi jalur utama menuju berbagai destinasi di Eropa, Amerika Serikat, Afrika, dan Timur Tengah.

General Manager of Communications & CRM Golden Rama Tours & Travel, Ricky Hilton, mengatakan pulihnya operasional maskapai di kawasan Teluk tidak hanya memperlancar akses menuju Timur Tengah, tetapi juga mengembalikan konektivitas ke berbagai destinasi jarak jauh yang selama ini banyak dipilih wisatawan Indonesia.

Menurutnya, membaiknya kondisi tersebut turut meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk kembali merencanakan liburan ke luar negeri. Pelanggan yang sebelumnya menunda perjalanan kini mulai aktif berkonsultasi dan melakukan pemesanan untuk keberangkatan pada paruh kedua 2026.

Golden Rama juga melihat perubahan tren wisatawan Indonesia. Jika sebelumnya Dubai lebih dikenal sebagai destinasi belanja atau kota transit, kini wisatawan mulai mencari pengalaman yang lebih beragam, seperti wisata budaya, kuliner, arsitektur, hingga atraksi berbasis teknologi.

Sejumlah destinasi seperti Museum of the Future, Burj Khalifa, kawasan Al Seef, Desert Safari, hingga Burj Al Arab disebut menjadi tujuan yang paling banyak diminati wisatawan Indonesia.

Melihat tren tersebut, Golden Rama memperkirakan permintaan perjalanan internasional pada semester II 2026 akan meningkat sekitar 70,8% dibandingkan semester pertama. Minat terhadap perjalanan ke Amerika Serikat, Eropa, dan kawasan Mediterania bahkan disebut mengalami lonjakan hingga hampir 200%.

Perusahaan menilai stabilnya operasional penerbangan melalui hub Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pemulihan pasar wisata luar negeri, terutama menjelang musim liburan akhir tahun.

Golden Rama memastikan akan terus berkoordinasi dengan maskapai, operator tur, dan mitra di berbagai negara untuk memastikan perjalanan pelanggan berlangsung aman dan lancar. Perusahaan juga mengimbau wisatawan agar selalu mengikuti informasi resmi dari maskapai maupun otoritas setempat sebelum melakukan perjalanan. (mas)

Artikel Terkait