JAKARTA (IndoTelko) - Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di dunia bisnis Asia terus mengalami percepatan. Riset terbaru Alibaba Cloud menunjukkan mayoritas perusahaan mulai menjadikan AI sebagai bagian penting dari strategi bisnis, namun kebutuhan terhadap solusi AI yang aman, terintegrasi, dan mudah dikembangkan masih menjadi perhatian utama.
Dalam laporan bertajuk The AI Business Application Readiness and Accessibility Survey, sebanyak 99% perusahaan yang menjadi responden menyatakan AI telah menjadi prioritas bisnis. Selain itu, 90% perusahaan mengaku optimistis terhadap penerapan teknologi AI dalam operasional mereka.
Antusiasme tersebut mendorong peningkatan investasi. Sebanyak 95% perusahaan berencana meningkatkan belanja untuk produk dan solusi AI. Investasi terbesar diarahkan pada infrastruktur dasar, dengan 69% responden memperkirakan pengeluaran untuk Infrastructure as a Service (IaaS) meningkat lebih dari 20 persen. Sementara investasi pada Platform as a Service (PaaS) diproyeksikan meningkat oleh 61% responden dan Model as a Service (MaaS) oleh 58% responden.
Indonesia menjadi pasar dengan tingkat optimisme tertinggi dalam survei tersebut. Seluruh responden asal Indonesia menyatakan yakin terhadap penerapan AI di organisasi mereka. Selain itu, 91% perusahaan di Indonesia mengaku telah menggunakan infrastruktur teknologi berbasis cloud secara penuh atau sebagian besar.
Berbeda dari pandangan lama yang menempatkan AI hanya sebagai alat efisiensi, perusahaan Indonesia mulai melihat teknologi ini sebagai pendorong inovasi. Sebanyak 75% responden menyebut penciptaan peluang bisnis baru menjadi alasan utama mereka mengadopsi AI.
Chief Technology Officer sekaligus President of International Business Alibaba Cloud Intelligence Group, Dr. Feifei Li, mengatakan perkembangan AI saat ini memasuki fase baru dengan kebutuhan terhadap infrastruktur yang lebih kuat dan aman.
“AI yang didukung model AI serta infrastruktur cloud yang aman dan mudah dikembangkan akan menjadi fondasi teknologi utama dalam satu dekade mendatang,” ujarnya.
Solusi AI Terintegrasi Jadi Pilihan
Riset tersebut juga menunjukkan perusahaan mulai bergerak dari tahap eksperimen menuju implementasi AI secara luas. Sekitar 75% responden menyebut AI telah menjadi bagian dari operasional bisnis mereka.
Penggunaan AI paling banyak diarahkan untuk analisis data dan pengambilan keputusan sebesar 66%, layanan pelanggan melalui chatbot sebesar 64%, pemasaran dan pembuatan konten sebesar 58%, pengembangan produk termasuk pemrograman sebesar 55%, serta operasional sumber daya manusia sebesar 38%.
Dalam memilih teknologi AI, perusahaan cenderung mengutamakan solusi yang menggabungkan AI dan cloud dalam satu ekosistem. Sebanyak 45% responden memilih solusi terintegrasi penuh, sementara 34% menginginkan model hybrid yang dapat berjalan di berbagai lingkungan cloud.
Namun, perjalanan adopsi AI masih menghadapi sejumlah hambatan. Masalah privasi dan keamanan data menjadi kekhawatiran terbesar dengan 48% responden menyebutnya sebagai tantangan utama. Selain itu, 42% perusahaan menilai biaya implementasi masih menjadi kendala, sedangkan 37% menghadapi keterbatasan sumber daya manusia dengan keahlian AI.
Kebutuhan AI Spesifik Industri Meningkat
Meski akses terhadap produk AI semakin luas, perusahaan masih membutuhkan solusi yang lebih spesifik sesuai karakter industri masing-masing. Sebanyak 54% responden menginginkan teknologi AI yang lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka.
Selain itu, perusahaan juga membutuhkan peningkatan kemampuan talenta digital (49%) serta solusi AI yang lebih mudah diakses dan terjangkau (45%). Dukungan pelatihan dari penyedia teknologi dan contoh penerapan sukses juga dinilai penting untuk mempercepat implementasi.
Alibaba Cloud menilai kebutuhan terhadap solusi AI full-stack akan semakin meningkat, mulai dari infrastruktur komputasi, platform pengembangan, hingga model AI. Perusahaan juga menyoroti pentingnya dukungan bahasa lokal agar teknologi AI dapat digunakan lebih luas di berbagai negara Asia.
Dalam pengembangan ekosistem AI, Alibaba Group sebelumnya telah mengumumkan rencana investasi sedikitnya RMB380 miliar atau sekitar Rp1.012 triliun dalam tiga tahun ke depan untuk memperluas infrastruktur cloud dan AI.
Melalui strategi AI berbasis cloud, Alibaba Cloud mendorong perusahaan untuk mengembangkan solusi AI yang tidak hanya cepat diterapkan, tetapi juga memiliki keamanan, tata kelola, dan kemampuan adaptasi sesuai kebutuhan bisnis. (mas)