telkomsel halo

AI dongkrak perdagangan digital APAC, serangan Bot melonjak

08:09:00 | 27 Jul 2026
AI dongkrak perdagangan digital APAC, serangan Bot melonjak
JAKARTA (IndoTelko) - Percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) dalam perdagangan digital di kawasan Asia Pasifik (APAC) membawa tantangan baru bagi keamanan siber. Laporan terbaru Akamai Technologies mengungkapkan, serangan bot yang menyasar perusahaan perdagangan digital di kawasan tersebut meningkat hingga 63 persen sepanjang 2025.

Dalam laporan State of the Internet (SOTI) Securing the Agentic Storefront: Attacks on Commerce, Akamai mencatat sektor perdagangan digital menjadi salah satu target utama pelaku kejahatan siber seiring meningkatnya penggunaan teknologi AI untuk layanan pelanggan, personalisasi belanja, hingga otomatisasi proses transaksi.

Pada periode Juli hingga Desember 2025, sektor perdagangan digital menyumbang sekitar 38 persen dari seluruh aktivitas lalu lintas bot berbasis AI yang terpantau Akamai di berbagai industri di APAC.

Perkembangan perdagangan berbasis AI atau agentic commerce membuat perusahaan semakin banyak menggunakan chatbot dan sistem otomatis untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. Namun, peningkatan otomatisasi tersebut juga membuat batas antara bot legal dan bot berbahaya semakin sulit dikenali.

Pelaku serangan memanfaatkan celah tersebut untuk melakukan berbagai aktivitas ilegal seperti credential stuffing, pencurian data, web scraping, hingga penyalahgunaan Application Programming Interface (API).

“Perdagangan di APAC bergerak cepat menuju ekosistem yang semakin otomatis dengan dukungan AI. Namun, setiap interaksi digital baru menciptakan titik risiko yang harus dipahami dan diamankan,” ujar Reuben Koh, Director of Security Technology and Strategy, APJ, Akamai.

Menurutnya, perusahaan perlu menerapkan pendekatan keamanan berbasis risiko agar mampu membedakan aktivitas otomatisasi yang sah dengan ancaman tersembunyi tanpa mengurangi kenyamanan pelanggan.

Selain sektor ritel, industri perjalanan dan perhotelan juga menjadi sasaran yang semakin rentan. Tingginya penggunaan platform digital, sistem loyalitas pelanggan, serta lonjakan transaksi saat periode liburan membuat sektor tersebut menghadapi risiko lebih besar.

Akamai mencatat sektor perjalanan menyumbang 22 persen dari serangan web terhadap perdagangan digital di APAC. Dari jumlah tersebut, API menjadi target pada sekitar 25 persen serangan yang menyerang sektor perjalanan.

Ancaman lain datang dari serangan Distributed Denial of Service (DDoS) Layer 7. Sepanjang 2025, jumlah serangan DDoS Layer 7 terhadap bisnis digital APAC meningkat 39 persen menjadi 361 miliar kejadian.

Dalam serangan DDoS Layer 7 yang menargetkan API, sektor ritel menjadi korban terbesar dengan kontribusi 51 persen, disusul sektor perhotelan sebesar 28 persen dan perjalanan sebesar 21 persen.

Akamai menilai perusahaan perdagangan digital perlu memperkuat strategi keamanan dengan memetakan seluruh API penting, mengelola aktivitas otomatisasi berdasarkan tingkat risiko, serta meningkatkan kesiapan menghadapi lonjakan trafik saat periode belanja dan perjalanan.

GCG BUMN
Laporan SOTI Akamai yang memasuki tahun ke-12 ini disusun berdasarkan data ancaman yang terdeteksi melalui infrastruktur keamanan Akamai yang menangani sebagian besar lalu lintas web global. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories