telkomsel halo

Lulusan AI Talent Factory disiapkan masuk proyek AI BUMN

05:21:00 | 24 Jul 2026
Lulusan AI Talent Factory disiapkan masuk proyek AI BUMN
JAKARTA (IndoTelko) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Badan Pengelola BUMN menyiapkan jalur karier bagi talenta kecerdasan artifisial (AI) melalui integrasi program AI Talent Factory dengan AI Talent Pool BUMN. Langkah ini diharapkan mempercepat penyerapan talenta AI nasional sekaligus mendukung transformasi digital perusahaan-perusahaan milik negara.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan AI Talent Factory dirancang tidak sekadar menjadi program pelatihan, tetapi menghasilkan talenta yang mampu menyelesaikan persoalan nyata di sektor industri.

“Ini bukan trial and error, tapi kita mau kasih solusi,” ujar Nezar saat bertemu Wakil Kepala Badan Pengelola BUMN Tedi Bharata di Jakarta.

Menurut Nezar, AI Talent Factory dikembangkan untuk menjawab kebutuhan talenta digital melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, pusat keunggulan (center of excellence), serta perusahaan teknologi. Dalam program tersebut, peserta mengerjakan berbagai use case yang berasal dari kebutuhan pemerintah maupun industri sehingga solusi yang dihasilkan dapat langsung diterapkan.

“Kita buka link-nya dengan berbagai macam pihak dan kita mengerjakan sejumlah use cases,” katanya.

Ia menilai kolaborasi dengan Badan Pengelola BUMN menjadi langkah strategis agar hasil pembelajaran peserta tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berlanjut menjadi pengalaman profesional melalui pengembangan berbagai proyek AI di lingkungan BUMN.

“Anak-anak muda kita semangat, dia tahu selama belajar ini ada ekosistem yang bisa menampung mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Komdigi Said Mirza Pahlevi menjelaskan AI Talent Factory merupakan skema pengembangan talenta AI tingkat lanjut yang menyeleksi peserta dari berbagai perguruan tinggi.

Program tersebut memberikan pembelajaran mendalam mengenai large language model (LLM), pengembangan model AI, hingga penyelesaian persoalan industri melalui pendampingan akademisi, praktisi, dan pakar AI dari perusahaan teknologi global. “Tujuannya adalah mencetak talenta AI yang praktisional, bukan yang biasa,” kata Said Mirza.

Ia menambahkan, seluruh proses pengembangan kompetensi didukung platform pembelajaran digital yang menghubungkan peserta dengan kebutuhan industri. Setelah menyelesaikan pelatihan dan sertifikasi, lulusan dapat langsung masuk ke dalam talent pool yang mempertemukan mereka dengan perusahaan.

Melalui integrasi AI Talent Factory dan AI Talent Pool BUMN, Komdigi berharap semakin banyak talenta AI Indonesia yang terserap ke dunia kerja dan berkontribusi dalam pengembangan solusi berbasis AI di berbagai sektor strategis.

GCG BUMN
“Kami memiliki platform yang menghubungkan end to end, dari awal belajar sampai menghubungkan sampai mereka mendapatkan pekerjaan,” pungkas Said Mirza. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories