JAKARTA (IndoTelko) - Implementasi program SMART-MMS di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menunjukkan perkembangan positif dalam mendorong kepatuhan ibu hamil mengonsumsi Multiple Micronutrient Supplementation (MMS). Program yang dijalankan Summit Institute for Development itu mendapat kunjungan perwakilan donor, Children’s Investment Fund Foundation (CIFF) melalui Sight and Life (SAL), untuk meninjau langsung pelaksanaan di sejumlah puskesmas dan posyandu pada 68 Juli 2026.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari evaluasi implementasi sekaligus melihat dampak pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung konsumsi suplemen mikronutrien bagi ibu hamil. Setelah lebih dulu diterapkan di Kabupaten Lombok Timur, SMART-MMS kini diperluas ke Lombok Tengah dengan melibatkan tenaga kesehatan, bidan, serta Community Health Promoter (CHP) dalam pendampingan selama masa kehamilan.
Rangkaian kegiatan diawali melalui roadshow di Puskesmas Muncan, Kecamatan Kopang. Country Program Manager Sight and Life Indonesia, dr. Sigit Sulistyo, MPH, menilai tantangan utama program masih terletak pada kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi MMS sehingga dibutuhkan dukungan seluruh fasilitas kesehatan.
Ia berharap Puskesmas Muncan dapat menjadi contoh bagi fasilitas kesehatan lain dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi suplemen tersebut.
CEO Summit Institute for Development, Yuni Dwi Setiyawati, MHID, Dietitian, menegaskan peran bidan menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi SMART-MMS. Menurutnya, tenaga kesehatan di lini terdepan memiliki peran strategis dalam mempercepat penerapan program berbasis digital tersebut.
Sementara itu, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., MPH, menjelaskan SMART-MMS mengandalkan sistem pemantauan digital yang memungkinkan proses pendampingan ibu hamil berlangsung lebih efektif dan terukur. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan konsumsi MMS secara berkelanjutan.
Selain pemaparan mengenai manfaat MMS selama kehamilan, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai teknologi pendukung, mulai dari pengingat melalui WhatsApp dan telepon, dashboard pemantauan, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang mampu menghitung sisa pil dalam botol untuk memonitor kepatuhan konsumsi suplemen.
Kegiatan tersebut turut melibatkan perwakilan pemerintah daerah, antara lain Sekretaris Dinas Kesehatan NTB Lalu Efendi Hidayat, Kepala Tim Kerja Farmasi Baiq Fahmi Ilmiati, Kepala Tim Kerja KIA Luh Mas Suhatrining, serta Humas Dinas Kesehatan Provinsi NTB Sally Dwi Aryani.
Pada hari kedua dan ketiga, tim donor mengunjungi Posyandu Bukit Maun di Desa Montong Sapah, Posyandu Orok Solong di Desa Kabul, serta Posyandu Pratama Rarangan di Desa Pijot. Di ketiga lokasi tersebut, tim menyaksikan langsung proses pendaftaran peserta, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, edukasi manfaat MMS, hingga pendampingan penggunaan sistem digital SMART-MMS.
Pendampingan juga mencakup pengenalan mekanisme gamifikasi yang dirancang untuk meningkatkan motivasi dan konsistensi ibu hamil dalam mengonsumsi MMS sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan mitra pembangunan yang didukung teknologi digital, SMART-MMS diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan konsumsi suplemen mikronutrien selama kehamilan. Program ini juga menjadi salah satu upaya menekan risiko stunting, bayi lahir dengan berat badan rendah, serta berbagai komplikasi akibat kekurangan mikronutrien, sekaligus mendukung kesiapan Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu provinsi yang ditargetkan mengimplementasikan program MMS secara nasional pada 2027. (mas)