telkomsel halo

Komdigi yakin diplomasi chip perkuat posisi Indonesia di era AI

06:49:00 | 12 Jul 2026
Komdigi yakin diplomasi chip perkuat posisi Indonesia di era AI
JAKARTA (IndoTelko) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong diplomasi chip dan pemanfaatan mineral kritis sebagai strategi geopolitik digital untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai industri kecerdasan artifisial (AI) global.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan Indonesia perlu memanfaatkan kekayaan mineral kritis sebagai instrumen diplomasi untuk memperoleh akses yang lebih luas terhadap komputasi, transfer teknologi, dan kemitraan manufaktur.

“Indonesia perlu menggunakan mineral kritis untuk menegosiasikan akses yang lebih baik ke komputasi, transfer teknologi, dan kemitraan manufaktur,” ujarnya dalam Jakarta Geopolitical Forum di Jakarta Selatan.

Menurut Nezar, Indonesia memiliki modal strategis karena menguasai sejumlah komoditas mineral yang menjadi komponen penting dalam pengembangan teknologi modern, termasuk AI dan semikonduktor. Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia yang berperan dalam rantai pasok baterai global, merupakan produsen kobalt terbesar kedua di dunia untuk baterai berkinerja tinggi dan semikonduktor, serta eksportir bijih tembaga terbesar ketiga yang menjadi material utama sistem pengkabelan dan pendinginan pusat data sebagai infrastruktur AI.

“Kekayaan mineral ini merupakan keunggulan strategis kami. Hal ini memungkinkan kami untuk melampaui sekadar menjadi konsumen teknologi dan menjadi pemain kunci dalam ekosistem AI global,” kata Nezar.

Di tengah persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan Tiongkok, Nezar menilai Indonesia perlu menentukan jalur strategisnya sendiri melalui diplomasi digital. Menurutnya, langkah tersebut didukung oleh empat modal utama, yakni sumber daya mineral kritis, pasar digital terbesar di Asia Tenggara, bonus demografi, serta kapasitas komputasi yang perlu diintegrasikan dengan pengembangan talenta, data, dan industri nasional.

Nezar menegaskan keunggulan suatu negara pada era AI tidak lagi ditentukan oleh siapa yang lebih dahulu menemukan teknologi, melainkan oleh kemampuan membangun ekosistem yang mencakup talenta, infrastruktur komputasi, data, dan industri sehingga AI mampu menciptakan nilai tambah bagi berbagai sektor ekonomi.

Sebagai implementasi strategi tersebut, pemerintah memprioritaskan penguatan diplomasi chip, penyediaan energi untuk pusat data, pengembangan talenta AI dan semikonduktor, penguatan kedaulatan data, serta pengembangan teknologi AI yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik Indonesia.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menambahkan target menjadikan Indonesia sebagai kekuatan teknologi strategis menuju Indonesia Emas 2045 hanya dapat dicapai melalui pembangunan infrastruktur digital, pusat data, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan institusi secara berkelanjutan.

GCG BUMN
“Kekuatan digital pada akhirnya bukan hanya tentang teknologi semata. Ini tentang kemauan politik, kemauan untuk mempertahankan strategi lintas pemerintahan, untuk membangun institusi secara bertahap, dan memutuskan masa depan geopolitik baru Indonesia,” pungkasnya.(ak)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories